ADVERTISEMENT

Rabu, 08 Jun 2022 13:00 WIB

Sikap Pangeran Luois Disorot, Ini Tips Hadapi Anak Tantrum di Tempat Umum

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Kate, Duchess of Cambridge, left speaks with Prince Louis, during the Platinum Jubilee Pageant, in London, Sunday June 5, 2022, on the last of four days of celebrations to mark the Platinum Jubilee. The pageant will be a carnival procession up The Mall featuring giant puppets and celebrities that will depict key moments from Queen Elizabeth II’s seven decades on the throne.  (Chris Jackson/Pool Photo via AP) Pangeran Louis dan Kate Middleton saat perayaan Jubilee. Foto: Chris Jackson/Pool Photo via AP
Jakarta -

Viral tingkah Pangeran Louis, putra bungsu Kate Middleton dan Pangeran William, di perayaan Platinum Jubilee nenek buyutnya, Ratu Elizabeth II.

Pasalnya bocah berusia 4 tahun itu nampak mengejek sang Bunda dengan menampakkan ekspresi jahil dengan menutup mulut Kate Middleton. Ketika ibunya mencoba untuk mendisiplinkannya, dia mengejek dan menjulurkan lidahnya.

Banyak netizen merespon kejadian tersebut dengan mewajarkan sikap Pangeran Louis karena masih kecil dan dinilai hanya sedang mengalami tantrum. Namun, tak sedikit yang mengkritik dan mempertanyakan cara Kate Middleton mengasuh bocah tersebut.

Dilansir dari Mayo Clinic, Rabu (8/6/2022), tantrum adalah ekspresi frustasi anak kecil dengan keterbatasan atau kemarahannya karena tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkannya.

Dikutip dari The Sun, Rabu (8/6), praktiksi pola asuh anak dari Auntie K Childcare and Consultancy Service Kirsty Ketley berikan tips menghadapi tantrum pada anak di tempat umum, di bawah ini:

Jangan Peduli Komentar Orang

Menurut Kirsty sangat umum hal ini terjadi dan jangan pikirkan orang-orang di sekitar. Fokus untuk memegang kendali ketika anak tantrum.

"Sangat mudah untuk merasa malu dan khawatir tentang apa yang dipikirkan orang-orang di sekitarmu. Tetapi jika kamu kalah, tidak ada yang memegang kendali. Kamu adalah orang dewasa sehingga perlu untuk tetap mengontrol," ucapnya.

Tarik Napas 10 Detik

Kirsty menyarankan jika memang terasa sangat berat cobalah untuk menarik napas dalam-dalam selama 10 detik untuk tenangkan pikiran. Coba untuk tenangkan diri sebentar jika si anak aman dalam penjagaan orang dewasa lain.

Peluk Anak

Berikan pelukan untuk membuat anak tetap tenang. Pastikan memberikan pelukan pada waktu yang tepat.

"Tidak semua anak ingin dipeluk saat sedang marah, tetapi saat mereka mulai tenang, tanyakan, 'mau dipeluk?'. Pastikan mereka tau kamu ada di sana untuk memeluk mereka saat mereka siap," ucap Kirsty.

Berikan Edukasi

Menurut Kirsty banyak buku anak-anak dan acara tv yang bisa mengajarkan anak mengenal emosi mereka dan bagaimana cara mengendalikannya dengan baik. Ini membantu anak memahami diri mereka sendiri.

Berikan Pengalihan

Ketika anak tantrum, Kirsty menyarankan coba untuk alihkan perhatian mereka. Hal ini bisa membuat anak melupakan emosi mereka dan fokus pada apa yang sedang ditunjukkan.

"Kadang-kadang, bisa saja mengalihkan perhatian balita sebelum mereka benar-benar mengamuk dengan mengalihkan mata dan pikiran mereka ke tempat lain. Jika kamu memiliki sesuatu di tas, kamu bisa mengeluarkannya dan menunjukkannya kepada mereka," pungkasnya.



Simak Video "Ini Dampaknya Jika Orang Tua "Mengancam" Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT