ADVERTISEMENT

Kamis, 09 Jun 2022 18:15 WIB

Satgas Bicara Ancaman Gelombang Omicron Baru Usai COVID Ngegas Lagi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Indonesia dan sejumlah negara lainnya menangguhkan perjalanan dari beberapa negara di Afrika. Hal itu dilakukan imbas munculnya varian Omicron. Satgas COVID-19 bicara kemungkinan gelombang baru Omicron. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Alexander Ginting merespons kekhawatiran gelombang baru di tengah kasus COVID-19 Indonesia kembali meningkat. Menurutnya, transmisi atau penularan virus memang masih terjadi di lingkup masyarakat, sehingga risiko kenaikan kasus tidak bisa dikesampingkan.

Namun, penularan yang masih terjadi di masyarakat tampak tak terlihat lantaran gejala klinis cenderung ringan. Khususnya pada mereka yang sudah divaksinasi COVID-19 lengkap.

"Penularan di masyarakat masih berlangsung baik yang Delta atau Omicron, dengan sub-sub varian-nya. Hanya, karena pencapaian imunisasi yang tinggi, sehingga klinis tidak menonjol," jelas Alex saat dihubungi detikcom Kamis (9/6/2022).

Meski begitu, ia khawatir jika penularan terus terjadi, ada kemungkinan munculnya banyak mutasi dengan karakteristik berbeda.

"Masalah-nya semakin tinggi penularan maka terjadinya mutasi semakin banyak. Ada mutasi yang semakin lemah, tapi adapula mutasi membuat strain semakin virulent, semakin ganas daripada variant sebelumnya," sebut Alex.

Ia mengakui kondisi COVID-19 di Indonesia belakangan cenderung membaik, bahkan tersisa satu wilayah yang berada di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, yakni Kabupaten Teluk Bintuni. Namun, Alex mewanti-wanti masyarakat untuk disiplin dan segera divaksinasi booster demi meningkatkan kembali respons imun atau kekebalan tubuh pasca vaksinasi.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT