ADVERTISEMENT

Jumat, 10 Jun 2022 09:54 WIB

Penjelasan Ilmiah Mengapa Jenazah Lebih Sulit Terdekomposisi di Air

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi jenazah Foto ilustrasi: Thinkstock
Jakarta -

Jenazah biasanya akan mulai mengalami proses penguraian atau dekomposisi beberapa menit setelah kematian. Tapi, dalam situasi tertentu, proses ini bisa diperlambat.

Ahli patologi James L Caruso dari Denver Office of the Medical Examiner menjelaskan salah satu situasi yang bisa memperlambat proses dekomposisi adalah suhu. Ini terutama terjadi pada jenazah yang ditemukan di air.

"Dekomposisi di lingkungan basah berbeda dengan di lingkungan lain, baik dalam perubahan yang terjadi maupun kecepatan terjadinya," kata James dalam laporannya yang dipublikasikan dalam jurnal Academi Forensic Pathology dan dikutip pada Jumat (10/6/2022).

"Proses dekomposisi yang biasanya terjadi akan berjalan lebih lambat di air, utamanya karena suhu yang lebih dingin dan lingkungan anaerobik. Tapi, begitu jasad dikeluarkan dari air, proses pembusukan kemungkinan akan berlangsung lebih cepat," lanjutnya.

Lingkungan anaerobik dijelaskan berarti lingkungan yang minim oksigen sehingga mengubah interaksi bakteri pengurai dengan lemak tubuh. Menurut James, ini akan menghasilkan formasi adipocere atau zat lilin dari lemak yang akan melindungi tubuh dari dekomposisi.

"Adipocere memiliki penampakan yang khas dan secara umum lebih tahan terhadap dekomposisi lebih jauh," ungkap James.

Simak Video 'Ridwan Kamil Ungkap Penjelasan Ilmiah Mengapa Jasad Eril Utuh':

[Gambas:Video 20detik]



(fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT