ADVERTISEMENT

Jumat, 10 Jun 2022 14:50 WIB

Fakta-fakta Vaksin BUMN, Bakal Jadi Vaksin Booster COVID-19 dan Anak

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Ilustrasi vaksin BUMN (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Vaksin BUMN belakangan ini tengah disorot publik. Pasalnya, vaksin tersebut nantinya bakal digunakan sebagai vaksin booster COVID-19 atau dosis ketiga lantaran pandemi COVID-19 masih belum diketahui kapan akan berakhir. Selain itu vaksin BUMN ini juga akan menyasar pada kelompok anak.

"Angka vaksinasi kita kan sudah sampai 400 juta vaksinasi suntikan tapi kita tidak tahu kapan pandemi selesai. Kenapa kita bagus angkanya ini, karena sero survei menunjukkan bahwa antibodi kita tinggi," ujar Wakil Kementerian Kesehatan (Wamenkes RI), Dante Saksono Harbuwono dalam konferensi pers virtual 'Kick Off Uji Klinis Fase 3 Vaksin COVID-19 BUMN', Kamis (9/6/2022).

Sebagai informasi, vaksin BUMN merupakan vaksin hasil kerjasama antara Bio Farma dan Baylor College of Medicine. Berikut fakta-fakta vaksin BUMN.

Vaksin BUMN Diizinkan Uji Klinis Fase 3

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menyetujui uji klinis fase 3 vaksin BUMN kerjasama Bio Farma dan Baylor College of Medicine. Vaksin ini diharapkan bisa sebagai stok ketersediaan untuk dosis ketiga atau booster masyarakat Indonesia.

"Kami sudah memberikan izin untuk melakukan penelitian uji klinis dengan hasil yg baik mudah-mudahan dengan jangka waktu yang sudah disepakati, bisa kita segera berikan izin, emergency use of authorization dan menjadi vaksin bermutu, aman, berkhasiat," jelas Kepala BPOM Penny K Lukito, Kamis (9/6/2022).

Vaksin BUMN Juga Bakal Jadi Vaksin Anak

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menekankan prioritas vaksin COVID-19 BUMN juga bakal menyasar kelompok anak. Hal ini dikarenakan belum banyak vaksin yang beredar di Indonesia maupun dunia untuk vaksinasi anak.

Meski begitu, uji klinis fase ketiga baru akan dilakukan pada 4.050 subjek dengan batasan usia 18 hingga 70 tahun. Artinya, masih perlu penelitian lanjut terkait vaksinasi BUMN untuk booster dan usia anak.

"Pertama memang kita melakukan uji klinisnya untuk yang primer dua satu dua tapi karena ini jumlah vaksinasinya sudah cukup besar, kemungkinan besar nanti prioritasnya adalah untuk booster, uji klinis utk booster dan juga untuk anak," kata dia.

Izin Penggunaan Darurat Vaksin BUMN Target Bulan Juli

Vaksin BUMN diharapkan bisa mendapatkan emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat pada bulan Juli 2022.

"Saat ini kita masuk ke tahap 3, target kita Juli EUA keluar. Kita akan produksi, kita sudah siapkan kapasitas produksi cukup besar," beber Honesti.



Simak Video "Update Terkini Perkembangan Vaksin Merah Putih dan BUMN"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT