ADVERTISEMENT

Selasa, 14 Jun 2022 06:30 WIB

Dokter Anak Sebut Pubertas Dini Meningkat Selama Pandemi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Image of Asian mother help her daughter wearing medical mask to prepare go to school. Avoiding Covid-19 or coronavirus outbreak. Pubertas dini meningkat selama pandemi (Foto: iStock)
Jakarta -

Selama pandemi COVID-19, dokter anak menyebut ada peningkatan kasus pubertas dini pada anak perempuan. Banyak yang mengalami haid pertama di bawah 10 tahun.

Hal ini diungkap oleh pakar endokrinologi anak Prof Dr dr Aman Bhakti Pulungan, SpA(K). Menurutnya, haid pertama di bawah 10 tahun dianggap sebagai premature menarche atau haid dini.

"Selama pandemi ini saya banyak pasien anak yang konsul karena haid lebih cepat. Jadi sebelum 10,5 tahun," ujarnya dalam video yang dibagikan melalui Instagram, dikutip atas izin yang bersangkutan, Senin (13/6/2022).

Salah satu dampak yang dikhawatirkan adalah pertumbuhan tinggi badan. Umumnya, jika haid pertama terjadi lebih dini, kemungkinan untuk memiliki tubuh lebih pendek cenderung lebih besar.

"Pada saat pertumbuhan payudara, tumbuh rambut kemaluan, rambut pubis dan haid, itu tinggi badan anak perempuan bertambahnya itu sekitar 16 cm sampai 24 cm. Rata-rata 20 cm," kata Prof Aman.

"Dan pada saat dia haid, itu nambahnya hanya sekitar 10 cm maksimal dan 1,5 tahun dia setop. Tergantung umur pubertasnya, kalau tingginya masih di bawah 130 cm nanti tingginya bisa 150 cm atau bisa di bawah itu," sambungnya.

Bagaimana mencegahnya?

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN BERIKUTNYA



Simak Video "KuTips: Jurus Menghindari Hepatitis Misterius Saat PTM"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT