Kementerian Kesehatan RI melaporkan kasus Omicron BA.4 dan BA.5 kini bertambah 12 orang. Jumlah totalnya mencapai 20 orang, terdiri dari 2 kasus BA.4 dan 18 kasus BA.5.
Berdasarkan keterangan Kemenkes, penambahan kasus ini didominasi penularan atau transmisi lokal. Sebanyak 17 orang merupakan kasus lokal yang tersebar paling banyak di Jawa Barat, sementara 3 lainnya berstatus warga negara Asing (WNA).
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Maxi Rein Rondonuwu mengatakan banyak pasien mengalami gejala COVID-19 ringan. Sementara satu pasien harus menjalani rawat inap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari total kasus tersebut, sebagian besar pasien sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19. Namun, tiga orang di antaranya belum mendapatkan vaksinasi.
"Ada tiga kasus anak yang terkena varian BA.5, mereka belum menerima vaksin," kata dr Maxi.
Berikut detail lengkap status vaksin COVID-19 para pasien BA.4 dan BA.5:
Vaksin COVID-19 dua dosis
- Kasus Omicron BA.4 sebanyak dua orang
- Kasus Omicron BA.5 sebanyak tiga orang
Vaksin COVID-19 tiga dosis
- Kasus Omicron BA.5 sebanyak sembilan orang
Vaksin COVID-19 empat dosis
- Kasus Omicron BA.5 sebanyak satu orang
Belum divaksinasi
- Kasus Omicron BA.5 sebanyak tiga orang yang merupakan anak-anak
Selain itu, dr Maxi juga mengungkap gejala yang dikeluhkan pasien terinfeksi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, seperti:
- Demam: 13 kasus
- Batuk: 13 kasus
- Pilek: 7 kasus
- Sakit tenggorokan: 7 kasus
- Mual: 1 kasus
- Badan pegal: 1 kasus
- Tidak bergejala: 4 kasus
(sao/up)











































