Cara Penularan Omicron BA.4 dan BA.5, Salah Satunya dari Droplet!

ADVERTISEMENT

Cara Penularan Omicron BA.4 dan BA.5, Salah Satunya dari Droplet!

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 16 Jun 2022 09:00 WIB
SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, gelar swab PCR massal yang diikuti para guru. Hal itu dilakukan guna cegah penyebaran Corona di lingkungan sekolah
Droplet. Ilustrasi orang sedang di tes PCR COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Droplet merupakan salah satu cara penularan COVID-19, termasuk subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Hal ini tentunya menjadi penting untuk masyarakat demi menghindari penyebaran kedua subvarian tersebut lebih luas.

Apa Itu Droplet?

Sebagai informasi, droplet merupakan cairan atau cipratan liur yang dikeluarkan oleh seseorang melalui hidung atau mulut saat bersin, batuk, hingga berbicara. Droplet juga bisa dihasilkan melalui prosedur medis yang menghasilkan aerosol.

Dikutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), cara penularan COVID-19 adalah melalui droplet atau percikan air liur yang sakit saat batuk dan bersin. Penularan secara droplet juga dapat terjadi apabila seseorang berada dalam kontak dekat atau kurang dari satu meter dengan mereka yang terinfeksi.

Selain itu, droplet atau percikan air liur biasanya berukuran 5-10 mikron. Cairan dari percikan orang yang terinfeksi ini bisa jatuh ke tanah hingga menempel di benda-benda sekitarnya. Oleh karenanya, cara untuk menghindari virus Corona, termasuk subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 adalah rajin mencuci tangan dan menghindari menyentuh wajah.

Namun ada juga istilah mikrodroplet atau droplet yang berukuran sangat kecil sehingga membuat virus dapat bertahan lama di udara. Transmisi COVID-19 melalui udara berbeda dari droplet lantaran virus bisa berada pada droplet yang lebih kecil atau kurang dari 5 mikron.

Adapun perbedaan signifikan penularan airborne dan droplet, yakni airborne dapat menular pada jarak lebih dari 1 meter, sedangkan droplet kurang dari 1 meter. Oleh karenanya, pencegahan seperti protokol kesehatan penting untuk diterapkan.

Cara Pencegahan Omicron BA.4 dan BA.5

Mengingat droplet atau cipratan liur ini adalah salah satu cara penularan COVID-19, termasuk subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, WHO merekomendasikan serangkaian tindakan pencegahannya. Berikut di antaranya:

  1. Batasi kontak erat antara orang yang infeksius dan orang lain. Pastikan jarak fisik setidaknya 1 meter dari orang lain. Gunakan masker di tempat umum.
  2. Identifikasi orang terdekat atau keluarga yang terinfeksi agar bisa diisolasi dan dirawat. Selain itu, semua orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif COVID-19 harus dikarantina.
  3. Selalu bersihkan tangan dan tutup mulut ketika batuk atau bersin.
  4. Hindari tempat ramai, tempat sempit, dan ruang terbatas atau tertutup dengan ventilasi yang buruk.
  5. Pastikan ventilasi di dalam ruangan baik, termasuk di rumah dan kantor.
  6. Tetap di rumah jika merasa tidak enak badan. Hubungi layanan medis sesegera mungkin untuk mengetahui terinfeksi COVID-19 atau tidak. Apabila dinyatakan positif, petugas kesehatan dapat memberikan perawatan lebih lanjut.
  7. Petugas kesehatan harus menggunakan masker medis secara terus-menerus selama menjalani kegiatan rutin di area klinis fasilitas layanan kesehatan.
  8. Petugas kesehatan juga harus menggunakan alat pelindung diri dan tindakan kewaspadaan tambahan saat merawat pasien.
  9. Selain di rumah, tempat kerja juga harus menerapkan protokol kesehatan.

Simak Video 'Gejala BA.4 dan BA.5 Diperkirakan Lebih Ringan, Ini Alasannya':

[Gambas:Video 20detik]



(suc/kna)
Prediksi Puncak BA.4 BA.5
Prediksi Puncak BA.4 BA.5
34 Konten
Menkes Budi Gunadi Sadikin memperkirakan puncak gelombang Omicron BA.4 dan BA.5 sekitar pertengahan hingga akhir Juli. Bakal separah apa?

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT