ADVERTISEMENT

Sabtu, 18 Jun 2022 11:41 WIB

Angka Kematian karena Tenggelam Tinggi, WHO Imbau Anak Diajarkan Berenang

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi seorang anak sedang berenang menggunakan kacamata khusus Angka kematian karena tenggelam tinggi, WHO imbau anak diajarkan berenang (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kejadian tenggelam sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia pada kelompok usia 1-24 tahun. Setiap tahunnya diperkirakan bisa ada 230 ribu orang meninggal karena tenggelam, sebagian besar dari negara berpenghasilan menengah ke bawah.

Karena hal tersebut, dalam panduan terbarunya WHO mengeluarkan rekomendasi untuk menelan korban jiwa karena kejadian tenggelam. Hal yang disarankan mulai dari memasang pagar atau pembatas pada akses badan air, peningkatan pengawasan pada anak-anak dekat badan air, pelatihan pertolongan pertama, peningkatan aspek keselamatan perkapalan, manajemen banjir yang lebih baik, hingga pelatihan keterampilan renang untuk anak sekolah.

"Mengajarkan keterampilan renang dan aspek keamanan air dasar kepada anak sekolah usia 6 tahun ke atas dapat mengurangi risiko kejadian tenggelam," tulis WHO dalam panduannya seperti dikutip pada Kamis (16/6/2022).

"Program renang dan keamanan air dasar harus fokus pada ketrampilan bertahan hidup di air mulai dari cara bernapas, mengambang, dan bergerak maju (di luar dari ketrampilan gaya renang khusus)," lanjutnya.

Anak sekolah jadi target di negara berpenghasilan menengah ke bawah karena dapat memanfaatkan kurikulum yang ada untuk mengasah keterampilan berenang. Berbeda dari anak-anak di negara berpenghasilan tinggi yang bisa mendapatkan keterampilan ini dari latihan dengan instruktur yang sudah tersertifikasi khusus.



Simak Video "4 Fokus WHO dalam Merespons Kasus Cacar Monyet yang Terus Bertambah"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT