ADVERTISEMENT

Senin, 20 Jun 2022 11:30 WIB

Kabar Terbaru WHO soal Cacar Monyet, Bakal Jadi Pandemi?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
4K Resolution, Accidents and Disasters, Aggression, Backgrounds Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/blackdovfx
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan telah menghapus perbedaan negara-negara endemi dan non-endemik terkait penyakit cacar monyet atau monkeypox. Ini dilakukan untuk lebih menyatukan tanggapan terkait virus tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, penyakit cacar monyet umumnya hanya terjadi di Afrika Barat dan Tengah. Namun, saat ini penyakit tersebut menyebar di beberapa benua.

"Kami menghapus perbedaan antara negara endemik dan non-endemik, melaporkan negara bersama jika memungkinkan, untuk mencerminkan tanggapan terpadu yang diperlukan," kata WHO dalam pembaruan situasi wabah yang dikutip dari Channel News Asia, Senin (20/6/2022).

Sebelumnya, WHO bekerja sama dengan para ahli untuk mengubah nama penyakit cacar monyet. Hal ini dilakukan untuk menghindari stigma dan rasisme seputar nama virus penyakit tersebut.

Selain itu, WHO juga akan mengadakan pertemuan darurat pada 23 Juni mendatang. Pertemuan ini dilakukan untuk mengklasifikasikan wabah cacar monyet global sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, yang merupakan alarm tertinggi yang bisa dikeluarkan oleh WHO.

Mayoritas, sekitar 84 persen dari kasus cacar monyet yang dikonfirmasi, berasal dari Eropa. Kemudian diikuti oleh Amerika, Afrika, kawasan Mediterania Timur, dan kawasan Pasifik Barat. Namun, WHO percaya bahwa jumlah kasus cacar monyet yang ada sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.



Simak Video "Keterangan Kemenkes soal Kasus Suspek Cacar Monyet di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT