ADVERTISEMENT

Senin, 20 Jun 2022 14:41 WIB

Setelah PDSI Muncul PDIB, Makin Banyak 'Saingan' PB IDI?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Doctor using a digital tablet. Technology and medicine concept Foto: Getty Images/iStockphoto/AlexRaths
Jakarta -

Pengurus Pusat Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) mendatangi Komisi IX DPR RI untuk membahas UU 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

Ketua PDIB dr James Alla Rarung menyebut organisasi kedokteran yang diatur selama ini sangat rancu. Mereka meminta adanya revisi undang-undang praktek kedokteran yang menyebut hanya ada satu organisasi profesi.

"Apabila dia diakui pemerintah dan ternyata saat ini sudah lebih dari satu maka kita harus terima," kata dr James dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Senin (20/6/2022).

Dalam kesempatan tersebut, PDIB meminta pemerintah harus tegas dan memberikan kepastian hukum agar permasalahan terkait organisasi kedokteran tidak berlarut-larut. Terlebih akhir-akhir ini terjadi perseteruan antara IDI dan Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI).

"IDI dan PDSI bersiteru di berbagai kesempatan di media untuk disebut sebagai organisasi profesi. Ini masalahnya," beber dr James.

Berbeda dengan PDSI, Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu bukan organisasi dokter yang baru dibentuk. Penelusuran detikcom, saat pandemi COVID-19, PDIB juga aktif mensosialisasikan hal-hal terkait penanganan penyakit tersebut.

Hanya saja, sejauh ini tidak ada informasi detail yang didapatkan mengenai PDBI selain mereka memiliki akun media sosial aktif dengan 23 ribu pengikut.



Simak Video "Fetish Kadang Bisa Berbahaya, Bagaimana Menyembuhkannya?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT