ADVERTISEMENT

Senin, 20 Jun 2022 19:48 WIB

Legalisasi Ganja Jadi Angin Segar Bagi Pasien Kanker di Thailand

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Legalisasi ganja: Rakyat Thailand bisa tanam mariyuana di rumah mulai 9 Juni, tapi tidak diisap untuk giting Legalisasi ganja jadi angin segar bagi pasien kanker di Thailand (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Sudah lebih dari sepekan setelah pemerintah Thailand melegalkan ganja. Para pasien dan penderita penyakit berat yang menggunakan tanaman itu untuk pengobatan, merasa bersyukur karena harga obat-obatan ekstrak ganja menjadi lebih murah.

Seperti yang diketahui, Thailand menjadi negara di Asia Tenggara pertama yang melegalkan penanaman dan konsumsi ganja pada 9 Juni 2022 lalu. Pemerintah setempat juga akan terus mendorong peningkatan pertanian ganja dengan membagikan bibit-bibit berkualitas kepada masyarakat.

Pendorongan produksi ini diharapkan untuk memperkaya varietas ganja sehingga kualitasnya menjadi yang terbaik di dunia, untuk tujuan medis.

Salah satu penderita kanker payudara asal Thailand, Jiratti Kuttanam (42) membagikan pengalamannya dalam membeli obat-obatan dari ekstrak ganja. Ia mengaku merasa bahagia dengan keputusan pemerintah karena sebelumnya harus membayar mahal untuk sejumlah obat pengurang rasa sakit yang terbuat dari ganja.

Obat-obatan dari ekstrak ganja sudah dilegalkan di Thailand sejak 2018. Namun sebelum pemerintah membuat kebijakan baru, Jirrati mengaku kesulitan mendapatkan obat ekstrak ganja karena harganya mahal. Bahkan menurut pengakuannya, banyak pasien harus membeli dari penjual ilegal.

"Saya kerap mengonsumsi ganja secara teratur agar tidak merasakan sakit," kata Jirrati, dikutip dari Reuters, Senin (20/6/2022).

Sejak lima tahun lalu, Jirrati telah didiagnosa mengidap kanker payudara. Selama dua tahun belakangan, ia kerap menggunakan minyak dari ganja dan produk lainnya untuk mengurangi rasa sakit, muntah-muntah, kelelahan dan kecemasan usai kemoterapi.

Ia juga kerap merebus daun ganja untuk dijadikan teh dan memenuhi ruangan apartemennya dengan aroma ganja.

Meski telah dilegalkan, Jirrati mengingatkan bahwa ganja bisa menjadi berbahaya jika digunakan secara sembrono dan tidak bertanggung jawab. Tetapi jika digunakan dengan tujuan tertentu, akan menjadi produk yang sangat berguna.

"Saya rasa orang-orang perlu diedukasi, kalian perlu tahu cara penggunaannya yang tepat. Itu (ganja) bisa menjadi berbahaya ," imbuhnya.



Simak Video "Terkait Wacana Legalisasi Ganja Medis, Ini yang Jadi Sorotan PBNU"
[Gambas:Video 20detik]
(any/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT