ADVERTISEMENT

Selasa, 21 Jun 2022 16:23 WIB

Mohon Perhatian! COVID-19 RI Ngegas Lagi, IDI Beri Saran Penting Soal Masker

Vidya Pinandhita - detikHealth
Angka covid-19 yang terus menurun di Jakarta kini membut warga mulai kendorkan masker.

Sejumlah warga beraktivitas di Jembatan Multiguna Tanah Abang, Jakarta, Senin (4/10/2021). Menanggapi kenaikan COVID-19 RI imbas subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, PB IDI menganjurkan masker kembali digunakan di area terbuka. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Menyikapi kenaikan kasus COVID-19 imbas subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia kini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menganjurkan masyarakat untuk kembali menggunakan masker ketika berada di ruang terbuka.

"Kalau seseorang dengan imun sistem tidak optimal, ini semakin lama akan bisa menimbulkan penyakit. Ini adalah salah satu imbauan kita. Antisipasi jangan tunggu sakit dulu," ujar anggota Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Menular Pengurus Besar (PB) IDI dr Erlina Burhan dalam Media Briefing Kewaspadaan Kenaikan Kasus COVID-19 dan Penyakit Menular Lainnya di Sekretariat PB IDI, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2022).

"Kami menganjurkan tetap pakai masker. Kalau dulu boleh tidak pakai masker di ruang terbuka. Sekarang kasus naik, rekomendasi kami berubah. Pakai masker lagi meski di ruang terbuka," sambungnya.

Mengingat pada pertengahan Mei lalu, Presiden Joko Widodo sempat memperbolehkan warga membuka masker ketika berada di area terbuka tidak padat kerumunan. Dengan syarat, tubuh dalam kondisi sehat, tidak sedang flu dan batuk.

Di samping itu, PB IDI juga menjabarkan sejumlah rekomendasi lain menyikapi kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia kini. Di antaranya, aturan tes COVID-19 PCR atau antigen bagi pelaku perjalanan, peningkatan testing dan tracing, serta peningkatan cakupan vaksinasi COVID-19 booster.

"Tidak kalah penting adalah PB IDI mengimbau pemangku kebijakan gubernur, bupati untuk melakukan berbagai upaya peningkatan cakupan vaksinasi booster karena kita masih rendah 23 persen," terang dr Erlina.

"Terakhir yang sebelumnya sudah lama digaungkan juga oleh Kemenkes, perilaku hidup sehat itu kalau diimplementasikan bukan hanya mencegah penularan COVID. Tapi juga banyak infeksi lainnya (seperti) tuberkulosis, influenza, hepatitis, karena ada penularan dari droplet atau sentuhan dan lain-lain," pungkasnya.

Simak video '5 Temuan yang Diklaim Bisa Mengatasi Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT