Kamis, 23 Jun 2022 16:30 WIB

Waspada Jemaah Haji Pulang Bawa Subvarian Omicron, Ini Pesan Epidemiolog

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Almahmudah Manasik Training Center kerap jadi tujuan untuk mempersiapkan diri ke Tanah Suci. Di sana pengunjung diedukasi mengenai cara ibadah haji dan umrah. Epidemiolog waspadai jemaah haji pulang bawa subvarian Omicron. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kasus harian COVID-19 terus meningkat di Indonesia. Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diperkirakan menjadi biang kerok kenaikan kasus belakangan ini.

dr M Atoillah Isfandiari, epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, menyatakan bahwa kenaikan kasus ini belum berakhir dan mengimbau waspada pada momen Idul Adha dan kepulangan jemaah haji. Alasannya ada potensi kasus impor BA.4 dan BA.5.

"Kita masih ada Idul Adha 2 minggu lagi, dan paling penting momen kepulangan jemaah haji. Di sana yang kita tau ada momen ibadah di Arafah yang mana akan berkumpul banyak orang, ada kemungkinan jemaah haji kita membawa oleh-oleh subvarian BA.4 dan BA.5. Semoga tidak terjadi," ucapnya dalam konferensi virtual, Kamis (23/6/2022).

Menurut dr Athoillah, jemaah haji perlu waspada dan mengubah persepsi jika kepulangannya ke Indonesia disertai gejala batuk dan pilek agar tidak dianggap remeh.

"Perlu perubahan persepsi perilaku. Kayak pulang haji batuk dan pilek dianggap biasa, disebutnya oleh-oleh haji. Ini mindset yang harus diubah," sambungnya.

dr Athoillah menyarankan 2 hal yang perlu dilakukan ketika jemaah haji sampai ke Indonesia yaitu melakukan karantina dan test COVID-19.

Melakukan pemantauan gejala jemaah haji yang pulang ke Indonesia. Jika tidak bergejala menurut dr Athoillah bisa dilakukan karantina 3 hari untuk memantau kondisi jemaah.

"Jika tidak bergejala bisa adakan karantina 3 hari, jika tidak muncul gejala setelah itu bisa pulang ke daerah masing-masing," ujarnya.

Bagi yang bergejala seperti batuk dan pilek bisa melakukan PCR. Namun dr Athoillah menyarankan akan lebih baik jika dilakukan pemeriksaan full genome sequencing.



Simak Video "4 Kasus Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Ditemukan di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/fds)