Jumat, 24 Jun 2022 14:17 WIB

Positivity Rate COVID-19 RI Ngegas Lagi di 5 Provinsi Ini, Cek Daftarnya!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: dok detikcom
Jakarta -

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengungkap kenaikan kasus COVID-19 tercatat signifikan sejak pemantauan awal Mei 2022. Terakhir, penambahan kasus tercatat tertinggi sejak April per Kamis (26/6/2022) yakni 1.907 kasus.

Menurutnya, kenaikan kasus COVID-19 signifikan terlihat di tujuh provinsi selama sepekan terakhir. Sementara secara nasional angka positivity rate masih berada di standar baik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 3,93 persen.

Seperti diketahui, positivity rate menggambarkan seberapa tinggi penularan virus terjadi di masyarakat. Batas aman positivity rate WHO selama ini berada di 5 persen. Berikut laporan kenaikan positivity rate COVID-19 di 5 provinsi.

DKI Jakarta

Konsisten meningkat dari 19 Mei 2022 yakni sebesar 0,79 persen, naik menjadi 8,06 persen di 23 Juni.

Bali

Konsisten meningkat dari 23 Mei 2022 sebesar 0,48 persen, kini berada di 2,44 persen 23 Juni.

Banten

Konsisten meningkat dari 19 Mei 2022 sebesar 0,34 persen, kini berada di 3,93 persen 22 Juni.

Jawa Barat

Konsisten meningkat dari 20 Mei 2022 sebesar 0,23 persen, kini berada di 2,45 persen 22 Juni.

Jawa Timur

Konsisten meningkat dari 20 Mei 2022 sebesar 0,26 persen, kini berada di 1,47 persen 23 Juni.

Sementara total subvarian Omicron baru BA.4 dan BA.5 sudah mencapai 143 kasus, 122 di antaranya terinfeksi BA.5, dan 21 lainnya terpapar BA.4.

"Memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibanding Omicron sebelumnya, BA.1 dan BA.2. Kemudian tingkat keparahannya disampaikan tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan yang lebih parah dibandingkan varian Omicron lainnya," kata Syahril.

"Ini memiliki kemungkinan dia bisa menghindar, lolos dari perlindungan yang sudah ada pada seseorang yang sudah divaksinasi ataupun melalui kekebalan alamiah yang didapat," sambung dia.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)