ADVERTISEMENT

Minggu, 26 Jun 2022 12:04 WIB

PMK Mewabah Jelang Idul Adha, Dokter Beberkan Cara Aman Konsumsi Daging

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Petugas gabungan Puskeswan Sleman dan FKH UGM memeriksa kesehatan sapi di kandang sapi terpadu, Krebet, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, Rabu (22/6/2022). Pemeriksaan tersebut guna mengantisipasi penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/hp. Ilustrasi hewan terinfeksi PMK. (Foto: Andreas Fitri Atmoko/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta -

Penyakit Mulut dan Kuku Hewan (PMK) jelang lebaran Idul Adha semakin diwaspadai. Bahkan, di Jawa Timur tercatat sebanyak 111.503 kasus per Sabtu (25/6/2022).

Dokter spesialis penyakit dalam dr Erni Juwita Nelwan, SpPD, mengungkap penularan PMK pada manusia sebetulnya bisa terjadi. Namun, sulit untuk menimbulkan efek sakit. Mengutip jurnal Pubmed, ia menegaskan kasus penyakit mulut dan kuku hewan di kasus manusia terakhir dicatat 1966 silam.

"Sangat transmissible untuk manusia, tapi sangat sulit untuk menembus barrier yang ada, sehingga efek sakitnya memang jarang di manusia. Bisa masuk virusnya, tetapi semua patogen, bakteri, virus itu harus ada reseptornya di dalam tubuh manusia tersebut, reseptor itu kemudian mampu mereplikasi," beber dr Erni dalam webinar daring, Minggu (26/6/2022).

"Pada manusia itu ternyata sulit, kemungkinan kunci dengan lubangnya itu tidak terlalu fit sehingga efek sakitnya jarang muncul," sambung dia.

Menurut dr Erni, tetap ada risiko yang tidak boleh diabaikan atau dikesampingkan meskipun kasus manusia terkait PMK jarang dilaporkan. Ia mengimbau agar publik mewaspadai risiko penularan PMK pada manusia dari kontak langsung hingga makanan.

"Ada implikasi, tapi bukan ancaman yang menakutkan. Jadi ada risiko paparan, Kalau untuk penyakit PMK terhadap orang-orang yang kontak, tidak 0 persen, memang bisa terjadi. Kita bisa terinfeksi tetapi tidak sakit," beber dr Erni.

"Kalau pada orang-orang yang peternak tetapi, dia mengalami gejala ringan, dan sifatnya self limiting, sembuh sendiri," sambung dia.

Cara Cegah saat Konsumsi

Cara paling aman mengonsumsi daging di tengah kekhawatiran PMK adalah memastikan mengolah daging dengan benar, dalam waktu dan suhu yang tepat.

1. Daging yang dibeli dari pasar atau supermarket langsung dimasak, didihkan (tanpa dicuci).

2. Dipanaskan atau dimasak hingga suhu di dalam daging minimal 70 derajat Celcius selama 30 menit.



Simak Video "Ini Tata Cara Vaksinasi PMK"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif
×
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela Selengkapnya