ADVERTISEMENT

Senin, 27 Jun 2022 19:31 WIB

Heboh Gegara Pasangan Alami Nasib Nahas, Ini Sederet Fakta Seks Oral

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Banana as a symbol of male penis in hand on a yellow background hidden by censorship. Sexual masturbation and orgasm, impotence problem. Self-pleasure concept. Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrii Zastrozhnov
Jakarta -

Baru-baru ini, heboh seorang pria asal Florida menabrak sebuah truk dan mengalami luka di bagian pangkal pahanya. Diketahui, itu terjadi saat si pria tengah 'keenakan' mendapat seks oral dari pasangannya sambil mengendarai mobil SUV.

Selain di pangkal paha, pria yang tidak disebutkan identitasnya itu mengalami sedikit luka di bagian penisnya. Menurut petugas yang merawatnya, itu mungkin disebabkan karena benturan yang membuat teman wanita memberikannya seks oral tidak sengaja menggigit penisnya.

Seks oral atau oral sex merupakan aktivitas yang dilakukan menggunakan mulut, bibir, atau lidah, untuk merangsang alat kelamin pasangan. Aktivitas seks ini bisa dilakukan oleh pria maupun wanita.

Dikutip dari laman BetterHealth, seks oral ini memiliki nama medis seperti:

  • Cunnilingus, yaitu seks oral yang dilakukan pada wanita (vagina, vulva, dan klitoris).
  • Fellatio, yaitu seks oral yang dilakukan pada pria (penis).
  • Anilingus, yaitu seks oral yang melibatkan anus.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa fakta soal seks oral yang wajib diketahui:

1. Termasuk aktivitas seks

Sebagian orang menganggap seks oral tidak termasuk ke dalam arti seks yang sebenarnya. Padahal, sebagian pakar seks melihat seks dengan cara yang lebih luas. Dikutip dari Health Central, sejumlah aktivitas yang termasuk dalam istilah seks yakni:

  • Seks vagina
  • Seks oral
  • Seks anal
  • Menggosok alat kelamin (genital rubbing)
  • Penjarian alat kelamin pada vagina atau 'hand job' (yaitu, memanipulasi penis dengan tangan untuk mencapai orgasme)
  • Onani

2. Apakah Bisa Bikin Hamil?

Dikutip dari laman Planned Parenthood, seks orang tidak menyebabkan risiko kehamilan. Itu tidak akan terjadi meski cairan sperma tertelan atau tidak.

Kehamilan bisa terjadi jika sperma masuk ke dalam vagina atau pada vulva saat berhubungan seks, seperti seks penetrasi.

3. Bisa Menyebabkan Infeksi Menular Seksual

Meski tidak menyebabkan kehamilan, seks oral dapat memicu infeksi menular seksual (IMS). Sebab, seks oral biasanya melibatkan aktivitas seperti menghisap atau menjilat alat kelamin pasangan.

Pada saat itu, kemungkinan besar akan bersentuhan dengan cairan atau kotoran alat kelamin yang bisa memicu munculnya IMS.

Beberapa risiko juga bisa menularkan IMS ke janin jika melakukan seks oral selama masa kehamilan. IMS yang bisa ditularkan melalui seks oral, antara lain:

  • Gonorea
  • Klamidia
  • HSV-1 dan HSV-2
  • Sipilis
  • HPV
  • HIV
  • Selain itu, ada beberapa infeksi menular seksual yang tidak menimbulkan gejala. Namun, ada beberapa gejala yang mungkin muncul, seperti:
  • Sakit tenggorokan
  • Luka terbuka atau kutil di dalam atau di sekitar mulut dan tenggorokan
    pembengkakan kelenjar getah bening

4. Apakah IMS Saat Seks Oral Bisa Dicegah?

Cara terbaik untuk mengurangi risiko IMS adalah dengan tidak melakukan seks oral, atau bisa dengan menggunakan pelindung alias kondom. Ada beberapa hal yang harus dihindari jika ingin melakukan seks oral, yaitu:

  • Memiliki IMS
  • Memiliki luka, luka, bisul, lecet, kutil atau ruam di sekitar alat kelamin, anus atau mulut mereka
  • Memiliki tindikan yang tidak sembuh atau meradang di mulut atau alat kelaminnya
  • Mengalami infeksi tenggorokan
  • Melakukannya pada wanita yang sedang menstruasi
  • Hindari air mani atau cairan vagina masuk ke mata


Simak Video "Alasan Harus Berhenti Ikutan Fenomena FWB Menurut dr Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif
×
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela Selengkapnya