WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Lebih 3.400 Kasus, Ini Gejala dan Penyebarannya

ADVERTISEMENT

WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Lebih 3.400 Kasus, Ini Gejala dan Penyebarannya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 28 Jun 2022 12:22 WIB
Ilustrasi cacar monyet
WHO laporkan ada lebih dari 3.400 kasus cacar monyet. Waspadai gejala dan cara penyebarannya. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ZEEDIGN)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan sudah ada lebih dari 3.400 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi dan satu kasus kematian. Menurut data terbaru yang dirilis Senin, (27/6/2022), mayoritas kasus cacar monyet diidentifikasi di negara Eropa.

WHO juga melaporkan sejak 17 Juni, ada 1.310 kasus baru cacar monyet, dengan tambahan delapan negara yang mengkonfirmasi kasus cacar monyet di luar Afrika. Termasuk Singapura dan Taiwan yang juga baru-baru ini melaporkan kasus pertamanya.

Adanya peningkatan kasus cacar monyet di sejumlah negara dinilai tidak biasa, bahkan dicurigai sudah bermutasi dan lebih mudah menular. Meskipun demikian, WHO menegaskan cacar monyet belum berstatus darurat kesehatan global atau public health emergency concern international (PHEIC). Simak berikut ini terkait gejala, penyebaran, hingga komplikasinya.

Gejala Cacar Monyet

Juru bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril membeberkan sejumlah gejala cacar monyet yang terbagi dalam dua periode, yaitu periode masa invasi (0-5 hari) dan masa erupsi (1-3 hari).

1. 0-5 Hari Masa Invasi

Pada masa invasi, gejala cacar monyet yang muncul dapat berupa demam tinggi, sefalgia berat, limfadenopati, myalgia, dan asthenia.

"Inkubasinya cacar monyet ini 5-13 hari atau sampai 21 hari. Ada 2 periode masa invasi sampai 5 hari. Ini yang khas yaitu demam tinggi, sakit kepala yang berat, dan ada benjolan pembesaran kelenjar limfa atau limfadenopati di leher, kemudian di ketiak atau selangkangan, dan ada sakit-sakit otot termasuk pegal-pegal," beber Syahril, dalam konferensi pers virtual terkait 'Update Penanganan COVID-19, Hepatitis Akut dan Cacar Monyet di Indonesia', Jumat (24/6/2022).

2. 1-3 Hari Masa Erupsi

Sedangkan pada masa erupsi, gejala cacar monyet yang muncul dapat berupa ruam pada kulit. Gejala ini paling banyak terjadi pada wajah sebesar 95 persen, pada telapak tangan dan kaki 75 persen, pada mukosa 70 persen, pada alat kelamin 30 persen, dan selaput lendir mata 20 persen.

Meski begitu, dr Syahril menyebut cacar monyet merupakan penyakit yang akan sembuh sendiri dalam waktu 2 sampai 4 minggu setelah masa inkubasi selesai.

"Cacar monyet ini sembuh sendiri atau self limiting disease. Setelah 2-4 minggu setelah masa inkubasinya selesai, penyakit ini akan sembuh sendiri jadi tidak terlalu berat," terang Syahril.

Cara Penularan Cacar Monyet

Syahril juga membeberkan sejumlah cara penularan cacar monyet. Adapun caranya sebagai berikut.

  • Hewan ke Manusia
  • Kontak langsung dengan darah (monyet, tikus tupai)
  • Cairan tubuh
  • Lesi kulit atau lesi mukosa dari hewan yang terinfeksi
  • Daging hewan liar yang terinfeksi (bush meat) juga dapat menjadi rute penularan penyakit

"Termasuk daging hewan tersebut yang tidak dimasak secara matang, maka ini juga menjadi suatu sumber penularan ke manusia," sambungnya.

Sedangkan cara penularan cacar monyet dari manusia ke manusia, seperti:

  • Kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi kulit atau muka.
  • Saluran napas. Kontak erat dalam waktu yang lama atau terjadi droplet, maka bisa menjadi sumber penularan.
  • Inokulasi, seperti melalui mikrolesi pada kulit, trauma, gigitan, dan goresan.
  • Penularan ibu ke bayi melalui plasenta.

"Jadi kalau dia berhubungan lama atau terjadi droplet, maka itu bisa jadi sumber penularan. Dan juga ada penularan dari ibu ke bayi yang melalui transmisi atau plasentanya," ucapnya lagi.

Komplikasi Cacar Monyet

Dalam kesempatan yang berbeda, spesialis kulit dan kelamin dari RSPI Sulianti Saroso, dr Ni Luh Putu Pitawati, SpKK, mengatakan cacar monyet bisa menyebabkan komplikasi setelah menginfeksi. Seberapa parah komplikasinya disebut bisa berbeda tergantung dari tingkat sistem kekebalan tubuh.

"Untuk monkeypox ini, komplikasi masih bisa (terjadi)," kata dr Putu, dikutip dari siaran Radio Kesehatan, Selasa (28/6/2022).

Adapun beberapa komplikasi yang timbul setelah terinfeksi cacar monyet, antara lain:

  • Bekas luka pada tempat cacar
  • Cacar mengeluarkan nanah atau kondisi memburuk
  • Infeksi paru-paru. Kondisi ini bagi mereka yang sedang melakukan kemoterapi atau sistem kekebalan tubuh sedang lemah
  • Infeksi Saluran nafas. Kondisi ini bisa terjadi apabila infeksi pada seluruh tubuh

Sudah Ada di Indonesia?

Syahril mengungkap hingga kini belum ada satupun kasus cacar monyet yang diidentifikasi di Indonesia. Ia juga menyebut tidak ada laporan tambahan kasus suspek dari 9 pasien yang sebelumnya dicurigai terpapar, belakangan dinyatakan negatif cacar monyet.

"Masih belum ada ya cacar monyet," terang dia saat dihubungi detikcom Selasa (28/6/2022).



Simak Video "Kenali Gejala Awal Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT