ADVERTISEMENT

Sabtu, 02 Jul 2022 05:59 WIB

Round Up

Riwayat Sakit yang Sempat Diidap Tjahjo Kumolo Sebelum Meninggal Dunia

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo meninggal dunia. Selama hidupnya, Tjahjo dikenal sebagai politikus sekaligus menteri di kabinet Presiden Jokowi. Tjahjo Kumolo (Foto: Andhika Prasetia)
Jakarta -

Tjahjo Kumolo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI meninggal dunia pada Jumat (1/7/22) pukul 11.10 WIB. Tjahjo Kumolo disebut mengalami komplikasi yang memperburuk kondisinya sebelum meninggal dunia.

"Awalnya kecapekan, letih, pekerjaannya berat. Pas sakit, komplikasi, ada paru-paru, diabetes, asam urat juga. Sakitnya komplikasi, jadi multi organ ya," ujar politikus PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno kepada CNNIndonesia, Jumat (1/7/22).

Sempat Dirawat Akibat Infeksi Paru-paru

Tjahjo Kumolo diketahui sempat dirawat di RS Abdi Waluyo selama dua minggu akibat infeksi pada paru-parunya. Namun, keluarga Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa kondisi dirinya sempat membaik.

Terdapatnya infeksi pada paru-paru Tjahjo Kumolo pun dibenarkan oleh Rahajeng Widyaswari, putri Menpar RB tersebut.

"Ada infeksi yang menyebar sampai ke paru-parunya," ungkap Widyaswari beberapa waktu lalu.

Infeksi Paru-paru dapat Berakibat Fatal

Dokter spesialis paru, Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP (K) menjelaskan bahwa infeksi paru-paru dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan paru-paru. Hal itu dapat menyebabkan gangguan oksigen yang masuk ke dalam darah, sehingga pasien dapat mengalami sesak napas.

"Infeksi pada paru menyebabkan rusaknya jaringan paru, jika meluas dapat menyebabkan gangguan oksigen yang masuk ke dalam darah, sehingga pasien bisa sesak napas. Pada kondisi yang berat berisiko menyebabkan kematian," ungkapnya saat dihubungi detikcom, Jumat (1/7/2022).

dr Agus menyebutkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan fatalis infeksi paru-paru, salah satunya adalah komorbid. Umumnya infeksi paru-paru akan menjadi berat ketika pasien memiliki sejumlah komorbid.

Ketika hal itu terjadi, maka pengobatan harus segera dilakukan. Jika terlambat, infeksi akan lebih sulit untuk disembuhkan.

"Komorbid seseorang, kalo komorbidnya ada dan banyak cenderung infeksinya lebih berat," tuturnya.

"Jika infeksinya telat diobati, maka akan lebih sulit untuk diatasi," sambungnya.

Saksikan juga: Legalisasi Ganja Medis Demi Sang Buah Hati

[Gambas:Video 20detik]



(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT