ADVERTISEMENT

Sabtu, 02 Jul 2022 06:44 WIB

Tolong! Anakku Butuh Ganja Medis

Ayunda Septiani - detikHealth
Jakarta -

Beberapa waktu lalu ramai di media sosial, aksi seorang ibu yang berunjuk rasa menuntut legalitas ganja medis di Care Free Day (CFD). Hal itu dilakukannya demi menyelamatkan sang buah hati.

Ibu tersebut bernama Santi Warastuti, ia menegaskan bahwa aksi yang dilakukannya bukan untuk kebutuhan bersenang-senang. Melainkan memperjuangkan kesembuhan anaknya, Pika yang tengah mengalami kondisi Celebral Palsy dari tahun 2015 saat menginjak usia 7 tahun.

"Diagnosa awal Pika sakit epilepsi kejang tanpa demam. Kemudian seiring pengobatan menggunakan obat kejang, tetapi kejangnya tidak berkurang, sehingga menjadi kondisi seperti sekarang. Kondisi yang dialami oleh Pika saat ini adalah Celebral Palsy," jelas Ibu Santi kepada program Viral detikcom, Jumat (1/7/2022).

Apa sih trigger Ibu Santi sehingga ia menyampaikan aspirasi untuk legalisasi ganja medis sebagai pengobatan Pika?

"Jadi pas saya tinggal di Bali, bos saya pada saat itu orang luar mengirimkan foto botol. Bos saya bilang 'Santi ini kalau di negaraku untuk obat epilepsi, apakah kamu mau saya bawakan untuk anakmu' pada saat itu terus terang jelas-jelas menolak," terang Ibu Santi.

Lebih lanjut, Ibu Santi bercerita, apabila bosnya tetap membawa masuk obat tersebut maka akan menjadi masalah nantinya. Masuk ke Indonesia akan terkena oleh berbagai macam pemeriksaan dan Ibu Santi juga akan ikut terseret.

"Saat pulang ke Jogyakarta, saya bertemu dengan ibu yang anaknya memiliki kondisi yang sama dengan Pika. Ibunya melalukan terapi medis di Australia, dan perkembangannya sangat signifikan. Jadi misal saya lihat orang dengan kondisi anak yang sama tapi anaknya bisa sembuh atau berkurang, tentu saya akan bertanya kamu apain sih," tutup Ibu Santi.

(mjt/mjt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT