ADVERTISEMENT

Sabtu, 02 Jul 2022 12:06 WIB

Kamu Lebih Sering Digigit Nyamuk? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Firdaus Anwar - detikHealth
Nyamuk demam berdarah. Foto ilustrasi: Shutterstock
Jakarta -

Sebagian orang mungkin pernah penasaran mengapa dirinya lebih sering dikerubungi dan digigit oleh nyamuk, padahal ada banyak orang lain di sekitar. Jawabannya bisa jadi karena memang ada faktor yang membuatnya jadi favorit untuk nyamuk seperti diungkap studi terbaru.

Dalam laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Cell, peneliti melihat virus Zika dan Dengue bisa mengubah bau seseorang sehingga jadi lebih menarik untuk nyamuk. Peneliti berpendapat kemungkinan ini upaya virus untuk mendorong nyamuk menyebarkan penyakit.

Para peneliti dari beberapa laboratorium di China, termasuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China dan Universitas Tsinghua Beijing, menemukan ada molekul bau pada kulit tikus dengan virus demam berdarah yang membuatnya jauh lebih rentan terhadap gigitan nyamuk. Molekul tersebut bernama acetophenone.

"Infeksi oleh virus yang dibawa nyamuk ini dapat mengubah bau sebagian orang... membuat mereka jadi lebih mungkin digigit," komentar ahli neurosains nyamuk Laura Duvall dari Colombia University seperti dikutip dari Science.

Cara terbaik untuk mencegah gigitan nyamuk adalah dengan menutup permukaan kulit yang terbuka, pengusir serangga, hingga kelambu. Peneliti saat ini melanjutkan studi yang menargetkan molekul acetophenone untuk mencegah gigitan nyamuk.



Simak Video "Waspada! DBD Bisa Menular Lewat 3 Cara Berikut"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT