ADVERTISEMENT

Senin, 04 Jul 2022 05:00 WIB

Round Up

Fatwa Haram MUI untuk Vaksin COVID-19 CanSino, Rekomendasi dan Alasannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Vaksinasi door to door digelar di kawasan Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Dalam kegiatan itu, 100 warga menerima vaksin COVID-19 dosis 1,2, maupun booster Vaksin COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Baru-baru ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru terkait vaksin COVID-19. Dalam Fatwa MUI tersebut, menetapkan bahwa vaksin COVID-19 produksi CanSino Biologics Inc China, Convidecia, adalah haram.

Ini diatur dalam Fatwa MUI nomor 11 Tahun 2022 tentang Hukum Vaksin Covid-19 Produksi Cansino Biologics Inc China. Ketetapan ini ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF, dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Miftahul Huda pada 7 Februari 2022.

"Vaksin COVID-19 produksi CanSino hukumnya haram," demikian bunyi fatwa yang dikutip dari laman resmi MUI, Minggu (3/7/2022).

Alasan Vaksin CanSino Haram

Dalam ketentuan tersebut, MUI membeberkan alasan menetapkan vaksin Convidecia produksi CanSino disebut haram. Berdasarkan temuan, dalam proses produksi vaksin tersebut ternyata memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia.

Dengan penggunaan bahan tersebut, membuat vaksin Convidecia ini dipastikan haram dalam ajaran Islam.

"Memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia (jus' minal insa), yaitu sel yang berasal dari ginjal embrio bayi manusia," lanjut fatwa tersebut.

NEXT: Rekomendasi MUI dan Vaksin COVID-19 lain yang diharamkan MUI

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Penyebab Vaksin CanSino Buatan China Dapat Fatwa Haram dari MUI"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT