ADVERTISEMENT

Senin, 04 Jul 2022 11:31 WIB

Jadi Gejala Terbanyak di Gelombang Kali Ini, Cek Tanda Sakit Kepala Akibat COVID

Vidya Pinandhita - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render Tanda sakit kepala akibat COVID-19. Foto: Getty Images/BlackJack3D
Jakarta -

Sejumlah negara tak terkecuali Indonesia kini kembali menghadapi lonjakan kasus COVID-19 akibat subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Pada gelombang kali ini, gejala yang paling banyak dikeluhkan pasien COVID-19 bukan demam, melainkan sakit kepala. Lantas, tanda apa yang membedakan sakit kepala gegara virus Corona dengan sakit kepala lainnya?

Mengacu pada aplikasi studi ZOE COVID, sebanyak 69 persen pasien COVID-19 mengeluhkan gejala sakit kepala. Pada banyak kasus COVID-19 berkepanjangan atau 'Long COVID', sakit kepala pada pasien COVID-19 menetap, bahkan ketika pasien sudah dinyatakan sembuh dari infeksi Corona.

"Data kami menunjukkan bahwa sakit kepala ini sering datang dan pergi, tetapi untungnya mereka secara bertahap berkurang seiring waktu," terang pihak aplikasi studi ZOE COVID, dikutip dari Times of India, Senin (4/7/2022).

Beberapa karakteristik sakit kepala akibat COVID-19 yakni:

  • Sakit kepala sedang sampai parah
  • Nyeri berdenyut, menekan atau menusuk
  • Sakit di kedua sisi kepala
  • Tahan lebih dari tiga hari
  • Tahan atau tidak responsif terhadap obat penghilang rasa sakit biasa

Sejumlah ahli meyakini, sakit kepala akibat COVID-19 memang bisa terasa mirip dengan sakit kepala tegang, dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang. Pada banyak kasus, pasien COVID-19 mengalami sakit kepala berupa tekanan di sekitar dahi atau bagian belakang kepala dan leher.

Sakit kepala akibat COVID-19 memang sangat banyak terjadi. Namun ZOE COVID mengingatkan, tidak semua sakit kepala disebabkan oleh infeksi virus Corona. Misalnya, sakit kepala bisa dipicu oleh stres, perubahan pola tidur, melewatkan jam makan, dehidrasi, konsumsi makanan tertentu, dan konsumsi minuman beralkohol.

"Penting untuk diingat bahwa sakit kepala sangat umum, terutama karena banyak dari kita menatap layar begitu lama setiap hari," terangnya.

"Jadi, meski banyak orang dengan COVID-19 mengalami sakit kepala, kebanyakan orang yang sakit kepala bukan disebabkan COVID-19," pungkas pihak ZOE COVID.



Simak Video "Studi Ungkap Gejala Covid-19 Paling Sering Muncul di Gelombang BA.4-BA.5"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT