ADVERTISEMENT

Senin, 04 Jul 2022 14:30 WIB

Idul Adha di Depan Mata, Bisakah Digelar Normal? Ini Pesan Menkes

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Menkes Budi Gunadi Sadikin di acara penyerahan 300 Unit Vaccine Refrigerator dari Pemerintah Jepang melalui UNICEF di JICT (Jakarta International Container Terminal) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (26/6/2022). Idul Adha di depan mata, bisakah digelar normal? ini pesan Menkes. Foto: Mochammad Fajar Nur/detikHealth
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Indonesia masih meningkat, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diduga menjadi salah satu penyebab kasus harian terus bertambah. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia sudah mencapai 80 persen dari total kasus COVID-19 di Indonesia saat ini.

"Kita temukan di Indonesia sudah 80 persen dari total kasus itu adalah Omicron BA.4 dan BA.5," kata Menkes Budi dalam konferensi pers, Senin (4/7/2022).

Dengan kondisi ini, bisakah Idul Adha yang akan digelar menurut ketetapan pemerintah pada 10 Juli 2022 mendatang digelar secara normal?

Mengomentari hal ini, Menkes Budi menyatakan Idul Adha tetap digelar dengan mengikuti protokol kesehatan, terutama dengan memperhatikan penggunaan masker sesuai kondisi pelaksanaan Idul Adha.

"Untuk Idul Adha karena memang momentum gerakan ekonominya lagi jalan nih, dan kita lihat kenaikan kasusnya masih terkendali, pesannya sama seperti kepada masyarakat tadi. Pesannya maskernya kalau di dalam ruangan dipakai, kalau di luar boleh buka asal kalau kerumunan atau lagi sakit itu dipakai," pesan Menkes Budi.

"Kemudian cepat booster, InsyaAllah itu respons yang cukup untuk menghadapi Idul Adha dengan normal, karena sama seperti Idul Fitri juga kan kita Alhamdulillah bisa melewatinya juga dengan normal," sambungnya.

Selain itu, Menkes Budi menilai puncak Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 di Indonesia kemungkinan sudah tercapai. Hal tersebut mengacu pada perbandingan data COVID-19 di Indonesia dengan banyak negara.

Ia juga menyebut kasus Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan negara lain, hal ini dikarenakan antibodi populasi masyarakat Indonesia yang masih tinggi.



Simak Video "Meski Naik, Kasus Harian Covid-19 RI Belum Setinggi Negara-Negara Tetangga"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT