ADVERTISEMENT

Selasa, 05 Jul 2022 05:00 WIB

Round Up

Demam Tak Termasuk, 3 Gejala Ini Paling Kerap Muncul Saat COVID-19 'Ngegas' Lagi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Gejala COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Peningkatan kasus COVID-19 terlihat di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Baru-baru ini, Inggris juga melaporkan kenaikan kasus COVID-19. Bahkan, peningkatan terlihat dari tren kasus rawat inap, di pekan sebelumnya di 6.401 kasus, dan akhir Juni mencapai 8.928 pasien.

Kenaikan kasus COVID-19 dipicu dua subvarian Omicron baru yakni BA.4 dan BA.5. Aplikasi Zoe COVID-19 mencatat gejala COVID-19 terbanyak yang dianalisis para peneliti King's College London.

Dari keseluruhan pasien yang diidentifikasi, lebih dari dua per tiga pasien COVID-19 mengeluhkan sakit kepala sebelum melakukan tes COVID-19 dengan hasil positif. Sementara beberapa pasien lainnya mengalami sakit kepala sebelum muncul gejala COVID-19 lebih berat seperti kesulitan bernapas.

Zoe COVID-19, aplikasi yang menghimpun data gejala COVID-19 pasien Inggris menunjukkan tiga keluhan di atas menjadi ciri-ciri terpapar yang lebih umum ditemukan pada gelombang Omicron baru BA.4 dan BA.5.

Di sisi lain, Prof Tim Spector yang memimpin studi Zoe COVID-19 memprediksi bakal banyak pasien yang mengalami reinfeksi atau kembali terpapar COVID-19.

"Pasti ada banyak orang yang terkena COVID-19 di awal tahun yang kembali terpapar lagi, termasuk beberapa dari mereka yang terinfeksi BA.4 atau BA.5 memiliki riwayat terpapar Omicron BA.1 dan BA.2 empat bulan yang lalu," tutur dia.

Namun, menurutnya sangat jarang kasus reinfeksi COVID-19 dilaporkan dalam waktu tiga bulan.

NEXT: Puncak BA.4 dan BA.5 kemungkinan sudah terlewati

Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT