ADVERTISEMENT

Selasa, 05 Jul 2022 07:34 WIB

Aksi Colak-colek Anak Heboh di Bintaro, Benarkah karena Gangguan Jiwa?

Ayunda Septiani - detikHealth
Jakarta -

Heboh aksi pria colak-colek anak di mal kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Kasus tersebut berakhir damai usai polisi menggelar mediasi antara pelaku dan korban.

Dikatakan, pelaku sebenarnya memiliki gangguan jiwa. Menanggapi kasus ini, ahli psikolog forensik Reza Indragiri Amriel mempertanyakan jenis gangguan jiwa apa yang diidap pelaku.

Pasalnya, untuk melihat keterkaitan atau penyebab perilaku, dibutuhkan informasi spesifik mengenai jenis gangguan jiwa apa yang dialami.

"Sederhananya di dalam komunitas psikologi atau psikiatri ada buku pintar, di dalam buku pintar itu ada ratusan bahkan ribuan istilah untuk melukiskan kondisi psikologis manusia," terang dia dalam wawancara e-Life detikcom Jumat (1/7/2022).

"Teman-teman di polisi harus menyampaikan kepada publik, agar publik yakin, agar polisi tetap akuntabel, ketika yang bersangkutan disebut dengan OGGJ, ini jenis yang mana," sambung dia.

Ia melanjutkan, jika data yang diungkap polisi tidak secara gamblang menyebutkan jenis gangguan jiwa apa yang diidap pelaku, sulit menentukan keterkaitan di antara keduanya. Karenanya, ia mendorong polisi untuk menjelaskan secara transparan agar menjadi kepercayaan publik.

"Agar kita bisa memastikan ada tidak tali temali hubungan antara gangguan jiwa dengan perilaku pelecehan seks yang dia lakukan itu," tandas dia.

Sebagai psikolog forensik, ia kerap menaruh rasa curiga pada kasus pelaku pelecehan yang mengidap gangguan jiwa. Hal ini dikarenakan dalam beberapa kasus ada pelaku kejahatan yang sengaja menempatkan gangguan jiwa sebagai alasan tindakan keji, demi mendapatkan keringanan hukuman atau bahkan bebas dari jerat hukum.

"Oleh karena itulah saban kali berbicara tentang adanya aksi pidana yang konon dilakukan oleh orang gangguan jiwa, kita tetap menaruh pertanyaan besar paling mendasar adalah benar tidak ya orang ini punya gangguan jiwa?," pungkasnya.

(mjt/mjt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT