ADVERTISEMENT

Selasa, 05 Jul 2022 11:00 WIB

BA.4 dan BA.5 RI Melandai, Amankah Copot Masker di Area Terbuka?

Vidya Pinandhita - detikHealth
DKI Jakarta kini turun menjadi PPKM level 1. Penurunan status itu berarti ada sejumlah aturan yang berubah, salah satunya terkait aturan work from office (WFO). Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Indonesia tengah diterpa lonjakan kasus COVID-19 akibat subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 meski belakangan mulai melandai lagi. Mengingat beberapa waktu lalu aturan penggunaan masker di area terbuka sempat dilonggarkan, masih bolehkah kini warga RI mencopot masker di ruang terbuka yang tidak padat kerumunan?

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut, kondisi pandemi COVID-19 di RI kini masih relatif jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lain. Pasalnya, masyarakat Indonesia lebih disiplin dalam melaksanakan vaksinasi COVID-19 dan protokol kesehatan termasuk penggunaan masker.

Ia mengingatkan pada kondisi tidak padat kerumunan di ruangan terbuka, warga diperbolehkan melepas masker. Namun jika berada di dalam ruangan, warga tetap wajib mengenakan masker.

"Indonesia relatif jauh lebih baik dengan populasi yang sangat banyak menghadapi gelombang BA.4 dan BA.5 ini karena relatif para masyarakat Indonesia itu lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan juga melaksanakan vaksinasi," ujarnya dalam siaran langsung Keterangan Pers Menteri Terkait Rapat Terbatas Evaluasi PPKM, Senin (4/7/2022).

"Tetap menggunakan masker kalau di dalam ruangan, kalau ada kerumunan, atau kondisi badan kita tidak sehat, dan kita bebas untuk tidak menggunakan masker kalau di ruangan terbuka itu memang secara konsisten kita jalankan," lanjut Menkes.

Yakin Aman Copot Masker?

Namun terkait aturan penggunaan masker, epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menegaskan masker masih diperlukan di tengah situasi COVID-19 saat ini.

"Untuk masyarakat itu harus jelas tegas saja misalnya di dalam dan luar ruangan pakai masker. Karena masalahnya kan kalau mau dibangun diserahkan pada publik saat ini pun secara indikator epidemiologi belum aman," tegas Dicky.

"Kemudian dari sisi kesiapan masyarakat dari sisi literasi persepsi risiko belum ada upaya yang memadai pemerintah untuk membangu persepsi risiko itu. Jadi terlalu riskan dan berbahaya. Karena kita tahu, masker ini adalah kombinasi yang efektif untuk memperkuat intervensi public health lain apakah itu vaksinasi, 3T, ataupun pendekatan kesehatan masyarakat lainnya," pungkasnya.



Simak Video "Kasus Covid-19 di RI Nge-gas Lagi, Perlukah Vaksinasi Dosis ke-4?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT