ADVERTISEMENT

Selasa, 05 Jul 2022 13:30 WIB

Warga DKI Merapat! Ada Kabar Kurang Enak Soal Penularan Corona di Ibu Kota

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Ibu Kota terus bertambah. Salah satu penyebabnya karena kemunculan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang telah mendominasi kasus di DKI Jakarta.

"BA.4-BA.5 itu sudah lebih 85 persen dari varian yang kita genome sequencing. Bahkan untuk DKI Jakarta sudah 100 persen itu adalah varian BA.4-BA.5," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers, Senin (4/7/2022).

Kondisi tersebut tentunya berdampak pada presentasi kasus positif atau positivity rate di DKI Jakarta.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyebut, positivity rate di Jakarta dalam sepekan terakhir mencapai 10,80 persen. Ini mencapai dua kali lebih standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10,80 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,5 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," kata Dwi, dikutip dari situs resmi DKI Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Positivity rate DKI Jakarta mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingan dengan bulan sebelumnya. Pada di Mei lalu, positivity rate per Kamis (5/5) sebesar 2,4 persen. Kemudian pada bulan berikutnya pada tanggal yang sama yakni Minggu (5/6), positivity rate di DKI Jakarta mengalami kenaikan yakni 4,8 persen namun masih dibawah standar WHO.

Dengan kondisi yang kian mengkhawatirkan tersebut, Dwi mengimbau warga untuk tetap memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama di tempat publik. Selain itu, warga juga disarankan untuk segera melengkapi vaksinasi COVID-19 dengan booster.

"Kami turut menghimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan virus COVID-19 karena pandemi belum usai. Upaya 3T terus digalakan dan vaksinasi COVID-19 yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas," imbuhnya.



Simak Video "Warning! Kasus Covid-19 di Indonesia Meningkat 15 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(any/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT