ADVERTISEMENT

Selasa, 05 Jul 2022 18:20 WIB

Ada Dugaan Kasus Colak-colek Anak Terkait Pedofil, Ini Kata Psikolog Forensik

Ayunda Septiani - detikHealth
Jakarta -

Kasus colak-colek anak di salah satu mal Bintaro viral jadi perbincangan. Meski belakangan berakhir damai lantaran pelaku dinyatakan mengidap gangguan jiwa, tidak sedikit yang mencurigai pria tersebut adalah pedofilia.

Mengingat, seluruh korban merupakan usia anak. Menurut ahli psikolog forensik Reza Indragiri Amriel, pedofil diartikan sebagai ketertarikan seseorang secara seksual pada anak-anak yang belum memasuki masa pubertas.

Sebagai kewaspadaan, sayangnya tidak ada ciri-ciri pedofil yang bisa dilihat secara kasat mata. Dalam kebanyakan kasus, Reza menyebut pedofil bahkan tampak seperti orang biasa.

"Kedahsyatan sisi mengerikan pedofil adalah mereka tampak seperti orang biasa yang kadang terlihat sangat-sangat halus, luwes, bersahabat dengan anak, tetapi ternyata keluwesan itu, keramahan itu, justru merupakan sebuah siasat jahat mereka," ungkapnya saat berbincang dalam e-Life detikcom Jumat (1/7/2022).

"Diistilahkan sebagai grooming behaviour saat anak menaruh kepercayaan pada mereka, saat anak menaruh kepercayaan kepada mereka artinya anak mudah sekali dimangsa, jadi sekali lagi tidak ada ciri khusus yang mana ya pedofil itu," sambung dia.

Ia melanjutkan, banyak masyarakat kerap menyalah artikan arti pedofil dalam beberapa kasus. Ia menegaskan seseorang dengan kelainan seksual pedofil adalah mereka yang tertarik dengan anak sebelum memasuki masa pubertas.

"Padahal tidak seperti itu, usia anak itu adalah sejak di dalam kandungan sampai sebelum 18 tahun, nah tidak serta merta orang yang melakukan kontak seks dengan anak sampai umur 18 itu bisa dicap pedofil, tergantung usia anaknya, konkritnya, kalau ternyata korban anak-anal berada di pada usia pubertas, berarti belum maaf mimpi basah atau menstruasi pertama kali, kalau korbannya memang anak-anak sebelum pubertas barulah disebut pedofilia," terang dia.

Sementara jika seseorang tertarik secara seksual pada korban dengan usia anak pasca pubertas dinamai efebofilia. Lalu, jika korban berada di usia pubertas yakni hebefilia.

(mjt/mjt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT