ADVERTISEMENT

Selasa, 05 Jul 2022 20:06 WIB

Dirut: 80-90% Pasien di Rumah Sakit Adalah Peserta BPJS Kesehatan

Inkana Izatifiqa R Putri - detikHealth
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti Foto: BPJS Kesehatan
Jakarta -

BPJS Kesehatan mencatat adanya perkembangan jumlah kepesertaan Program JKN di tahun 2021. Per Desember 2021, jumlah kepesertaan Program JKN mencapai 235,7 juta jiwa atau sekitar 86% dari jumlah total penduduk Indonesia.

"Kepesertaannya baik dari PBU, ataupun PPU, PBPU BP Pemda, ataupun BP itu totalnya 235.719.262 jiwa. Sehingga yang belum sampai Desember 2021 13,93%. Kalau kita lihat cakupannya, di Desember 2021 yang sudah mendapatkan UHC itu ada 5 provinsi, 127 kabupaten, 50 kota. Total ada 177 kabupaten/kota," ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti di acara acara Public Expose Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2021, Selasa (5/7/2022).

"Di Mei 2022, itu sudah meningkat menjadi 13 provinsi, 173 kabupaten, 62 kota. Totalnya 235 kabupaten/kota UHC. Ini tentunya berkat dukungan dan kerja keras semua pihak BPJS Kesehatan dan semua pemangku kepentingan," lanjutnya.

Ghufron menambahkan di tahun 2021, pihaknya juga melaporkan adanya peningkatan jumlah pemanfaatan JKN-KIS. Adapun di tahun 2021, kunjungan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) meningkat dari 146,1 juta (2020) menjadi 152 juta (2021) untuk kunjungan sakit. Sementara untuk kunjungan sehat meningkat dari 137,8 juta (2020) menjadi 157,7 juta (2021).

Di samping itu, kunjungan di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit juga naik dari 69,6 juta (2020) menjadi 72,7 juta (2021). Ghufron menilai peningkatan ini disebabkan oleh melandainya kasus COVID-19 di Indonesia. Mengingat saat COVID-19 mewabah, masyarakat enggan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan.

"Di tahun 2020 itu turun karena COVID-19, jadi orang tidak datang ke rumah sakit kalau tidak sakit. Tetapi yang menarik di tahun 2021, terlihat ada reborn fenomena, yaitu orang kembali lagi untuk datang lagi (ke rumah sakit)," katanya.

"Sepanjang tahun 2021, total pemanfaatan Program JKN oleh peserta, baik untuk mendapatkan pelayanan di FKTP maupun FKRTL (rumah sakit) mencapai sekitar 392,8 juta," imbuhnya.

Adanya peningkatan ini membuat BPJS Kesehatan memperluas kerja sama dengan berbagai faskes primer dan faskes rujukan (rumah sakit). Upaya ini bertujuan untuk mempermudah peserta mendapatkan pelayanan kesehatan. Terlebih mayoritas pasien di rumah sakit merupakan peserta BPJS Kesehatan.

"Kerja sama dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama meningkat terus. Kalau tahun 2020 itu 23.043, naik di tahun 2021 menjadi 23.608. Ini terdiri dari 5.898 klinik pratama, 5.024 dokter praktek perorangan, 1.215 praktek dokter gigi, 630 klinik TNI, 565 klinik Polri, 47 RS D Pratama, dan 10.229 puskesmas," katanya.

"BPJS Kesehatan juga melakukan kerja sama dengan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (rumah sakit). Ini menarik karena hingga 31 Desember 2021, yang kerja sama sudah 2.810. Di tahun 2020 jumlahnya 2.507, meningkat sekitar 300 RS lebih kerja sama dalam 1 tahun. Dan yang lebih menarik, hampir rata-rata 80-90% rumah sakit pasiennya itu peserta BPJS Kesehatan dan wilayahnya semakin banyak," ungkapnya.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga menghadirkan beragam inovasi. Salah satunya dengan membuat inovasi antrean online sehingga peserta bisa antre dari rumah. Hingga saat ini, telah ada 1.433 rumah sakit yang menerapkan antrean online yang terintegrasi Mobile JKN.

"Kami harap semua pencapaian dan inovasi yang telah diraih bersama dukungan berbagai pihak dapat meningkatkan mutu layanan BPJS Kesehatan," pungkasnya.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT