ADVERTISEMENT

Rabu, 06 Jul 2022 06:31 WIB

Pro-Kontra

Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Beraktivitas, Setuju Nggak?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Vaksinasi COVID-19 dosis ketiga terus digencarkan. Di Jakarta, PMI bekerjasama dengan Dinkes Provinsi DKI dan puskesmas untuk gelar vaksinasi booster. Vaksinasi Booster (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Dibandingkan vaksinasi COVID-19 dosis pertama dan kedua, vaksinasi booster relatif masih rendah cakupannya. Lalu muncul wacana untuk mewajibkan booster sebagai syarat melakukan aktivitas sehari-hari di tempat publik, mulai dari bepergian hingga masuk mal.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengisyaratkan hal ini saat menyinggung masih rendahnya cakupan booster. Belajar dari pengalaman vaksinasi sebelumnya, cakupan vaksinasi meningkat ketika diberlakukan syarat wajib sudah vaksin untuk pergi ke mal.

Merespons masih rendahnya cakupan vaksin booster, Presiden Joko Widodo atau Jokowi, menurut Menkes, meminta ada pendekatan sosial semacam itu untuk mendorong vaksinasi booster di tengah makin meningkatnya lagi kasus COVID-19 belakangan ini.

"Bapak presiden juga sadar bahwa orang Indonesia kadang ada cara-cara 'khusus' lah, untuk bisa supaya terpacu untuk mau booster," kata Menkes dalam konferensi pers baru-baru ini.

Mengenai penyebab rendahnya cakupan vaksinasi booster, Menkes menyebut sikap under estimate warga ketika sudah merasa punya antibodi dari vaksinasi dosis pertama dan kedua. Akibatnya, motivasi untuk mendapatkan booster cenderung melemah.

"Itu di mana-mana, nggak di Indonesia saja. Orang under estimate, merasa sudah divaksin dua kali dia merasa lebih kuat," kata Menkes.

"Data scientific-nya menunjukkan bahwa sesuadah 6 bulan terjadi penurunan. Jauh lebih baik, jauh lebih siap, jauh lebih waspada, kalau kita juga vaksinasi booster apalagi kalau sudah 6 bulan setelah dosis kedua diberikan," jelasnya.

Oleh karena itu, Menkes mendorong untuk segera melakukan vaksinasi booster. Kalapun tidak mencegah penularan, antibodi yang terbentuk melalui vaksinasi dapat mencegah dampak lebih buruk dari ifeksi COVID-19.

"Kalau saya sih mendingan disuntik daripada dicolok PCR," katanya.

Nah kalau kemudian booster akan diwajibkan sebagai syarat beraktivitas, setuju nggak nih? Tuliskan di komentar ya.

Simak Video: Epidemiolog Dukung Vaksin Booster Jadi Syarat Masuk Area Publik

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT