ADVERTISEMENT

Kamis, 07 Jul 2022 18:33 WIB

Temukan Varian Baru COVID-19, China Lagi-lagi Lockdown Satu Kota!

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Lockdown di salah satu kota terbesar China, Shanghai, masih berlangsung. Lebih dari 10 ribu petugas kesehatan pun dikirimkan ke sana untuk bantu atasi COVID-19. Corona di China. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Pemerintah China menerapkan lockdown di Kota Xi'an karena menemukan varian baru COVID-19. Sejak Sabtu (2/7/2022) hingga Selasa (5/7), kota tersebut telah mencatat 18 kasus subvarian baru Omicron BA.5.2.

Subvarian Omicron BA.5.2 merupakan galur BA.5. Subvarian BA.5 diketahui telah banyak mendominasi kasus di beberapa negara. Subvarian ini memiliki kemampuan lolos dari antibodi orang yang sudah terinfeksi COVID-19 ataupun yang sudah menerima vaksin.

Penemuan kasus tersebut merupakan pertama kali pemerintah China mendeteksi subvarian baru Omicron, di tengah penerapan kebijakan nol-COVID. Sehingga, pemerintah setempat menerapkan kebijakan lockdown selama tujuh hari terhitung sejak Rabu (6/7/2022).

"Kebijakan pengendalian selama tujuh hari itu dimaksudkan untuk menenangkan masyarakat sehingga mobilitas berkurang dan penekanan risiko infeksi," kata pejabat kota Xi'an, Zhang Xuedong, dikutip dari CNN, Kamis (7/7/2022).

Berbagai fasilitas umum seperti tempat hiburan, gym, bar, bioskop, perpustakaan, museum, restoran, pernikahan, acara konferensi, tempat ibadah dan acara keagamaan, seluruhnya ditunda dan dilarang.

Kemudian taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah menengah, diminta untuk memulai liburan musim panas lebih awal. Pihak pemerintah juga meminta universitas di Kota Xi'an ditutup sepenuhnya.

Kebijakan lockdown tujuh hari itu juga meminta penduduk di wilayah tinggi risiko, untuk tidak bepergian dan meninggalkan daerah rumah mereka.



Simak Video "Pakar Sebut Subvarian BA.5 4 Kali Lebih Kebal Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT