ADVERTISEMENT

Kamis, 07 Jul 2022 19:22 WIB

Rekomendasi Terbaru IDAI soal Sekolah Tatap Muka Saat Omicron 'Ngegas' Lagi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ilustrasi ptm terbatas Foto: A.Prasetia/detikcom
Jakarta -

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi terbaru COVID-19, baik di masa liburan dan menjelang Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Ini berkaitan dengan munculnya subvarian Omicron baru yakni BA.4 dan BA.5 yang disebut jauh lebih menular.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), mengatakan subvarian baru ini berpotensi menyebabkan gelombang kasus berikutnya. Hal ini juga rentan terjadi pada kelompok usia bayi dan anak-anak.

"Dengan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang jauh lebih mudah menular dibanding varian awalnya, pada anak di Indonesia dan subvarian baru ini potensial menyebabkan gelombang kasus berikutnya," jelas dr Piprim berdasarkan siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (7/7/2022).

"Data terkini menunjukkan adanya peningkatan kasus COVID-19 pada bayi dan anak yang membutuhkan perawatan. Selain itu juga ada peningkatan kasus Multisystem Inflammatory System in Children (MIS-C) dan potensi kasus Long COVID-19 pada anak di Indonesia," lanjutnya.

Menurut Ketua Satgas Covid IDAI, dr Yogi Prawira, SpA(K), kelompok anak-anak memiliki risiko yang sama dengan orang dewasa untuk terinfeksi COVID-19. Bahkan, mereka juga berpotensi mengalami komplikasi Multisystem Inflammatory System in Children (MIS-C) dan long COVID.

Berikut beberapa rekomendasi terbaru dari IDAI untuk anak-anak:

1. Selama masa liburan sekolah, orang tua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat keramaian

2. Mengajarkan anak untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan

3. Meminta pemerintah untuk meningkatkan testing, tracing dan treatment

4. Mendorong pemerintah untuk menampilkan data terkini kasus COVID-19 terkonfirmasi secara akurat dan transparan, termasuk pada usia bayi dan anak

5. Meminta pihak sekolah, dinas Pendidikan dan pemerintah daerah setempat berkolaborasi dengan orang tua dan dinas kesehatan dalam memastikan keamanan dan keselamatan anak, antara lain:

  • Melakukan testing pada anak dengan gejala COVID-19
  • Patuh serta disiplin mengerjakan protokol Kesehatan
  • Tidak membawa anak ke luar rumah apabila ada gejala demam/batuk/pilek/diare
  • Mengaktifkan sistem penapisan aktif per harinya untuk anak, guru, petugas sekolah dan keluarganya yang memiliki gejala suspek COVID-19

6. IDAI menekankan bahwa keputusan buka atau tutup sekolah harus memperhatikan adanya kasus baru COVID19 di sekolah atau tidak



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT