ADVERTISEMENT

Sabtu, 09 Jul 2022 19:30 WIB

Pria Pernah Onani di KRL Ditangkap Petugas TransJ, Mungkinkah Ekshibisionisme?

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Tim keamanan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mengamankan pria yang pernah viral karena diduga onani di kereta rel listrik (KRL) di Halte Grogol, Jakbar. (Dok TransJakarta) Foto: Tim keamanan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mengamankan pria yang pernah viral karena diduga onani di kereta rel listrik (KRL) di Halte Grogol, Jakbar. (Dok TransJakarta)
Jakarta -

Seorang pria yang pernah viral karena onani di KRL diamankan petugas TransJakarta di Halte Grogol, Jakarta Barat. Pelaku awalnya diamankan oleh petugas TransJakarta di Halte Grogol. Tim TransJakarta kemudian menyerahkan pelaku ke aparat kepolisian di Jakarta Barat, selanjutnya dilimpahkan ke Polres Jaksel.

"Sudah diamankan di Polres Jaksel," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat dihubungi, Sabtu (9/7/2022).

Pria ini diduga pelaku onani di dalam KRL yang sempat viral terekam dan diunggah ke media sosial oleh salah satu penumpang KRL.

Ridwan belum memerinci alasan polisi melakukan penahanan kepada pelaku. Dia menyebut kasus onani yang pernah dilakukan pria tersebut akan dilanjutkan secara proses hukum.

Sebelumnya, netizen ramai melaporkan pria diduga pelaku onani di KRL ini saat berada di bus TransJakarta. Pria itu disebut mencoba berdiri di dekat tempat duduk penumpang perempuan.

Onani di tempat umum kerap dikaitkan dengan perilaku ekshibisionisme. Apa sih itu?

Dikutip dari MSD Manual, ekshibisionisme merupakan salah satu dari gangguan penyimpangan seksual yang termasuk dalam klasifikasi paraphilia. Dengan kata lain, pelaku secara terus-menerus selalu berusaha untuk mencari kepuasan dengan cara menunjukkan alat kelamin atau melakukan masturbasi di depan umum atau di depan korban. Kondisi tersebut harus sudah ada selama 6 bulan sehingga bisa disebut ekshibisionisme.

Pelaku ekshibisionisme melakukan masturbasi sambil menunjukkan atau berfantasi tentang menunjukkan kemaluannya kepada orang lain. Mereka menyadari kebutuhan mereka untuk mengejutkan, atau mencoba mengesankan korban yang tidak mau.

Korbannya hampir selalu perempuan dewasa atau anak-anak dari kedua jenis kelamin. Kontak seksual yang sebenarnya jarang dicari, dan biasanya (walaupun tidak menutup kemungkinan) tidak terjadi kekerasan fisik.

Perilaku ini bisa timbul selama masa remaja, kadang-kadang, tindakan pertama terjadi selama masa pra-remaja atau bahkan saat paruh baya.

Meski ekshibisionisme termasuk penyimpangan seksual yang dilatarbelakangi fantasi dan dorongan seksual yang kuat, para ahli berpendapat bahwa si pelaku belum bisa langsung disebut mengalami gangguan jiwa dan perlu memerlukan pemeriksaan lanjutan.



Simak Video "Lagi-lagi Ekshibisionis"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT