ADVERTISEMENT

Minggu, 10 Jul 2022 12:45 WIB

Duh! Kasus Langka Penis Patah Saat Bercinta Juga Dilaporkan Dokter di Surabaya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Banana as a symbol of male penis in hand on a yellow background hidden by censorship. Sexual masturbation and orgasm, impotence problem. Self-pleasure concept. Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrii Zastrozhnov
Jakarta -

Dokter di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, melaporkan kasus langka penis patah 'eggplant deformity' pada seorang pria berusia 50 tahun. Kondisi tersebut membuat penisnya membengkak dan berwarna ungu.

Dalam sebuah studi kasus di International Journal of Surgery Case Reports, dokter melaporkan pria tersebut datang ke rumah sakit setelah penisnya bengkak dan sudah dalam kondisi seperti itu selama empat jam.

Dilaporkan Insider, pria itu mengatakan kepada dokter bahwa penisnya membengkak setelah berhubungan seks dengan istrinya. Saat itu, ia merasakan adanya keretakan di penis dan seketika, ereksinya hilang.

Ketika dokter memeriksa penis pria itu, mereka menemukan hematoma atau gumpalan darah yang mengalir dari ujung ke skrotumnya dan uretra. Jika pecah, dapat menghalangi aliran urin. Mereka mendiagnosis pria itu dengan "deformitas terong", dan mempersiapkannya untuk operasi.

Untuk memperbaiki 'deformitas terong,' dokter melakukan pembedahan pada penisnya untuk memperbaiki aliran darah.

Mereka juga memotong skrotumnya untuk mengalirkan hematoma yang mereka temukan selama pemeriksaan awal.

Eggplant deformity adalah kondisi langka yang biasanya terjadi ketika penis yang ereksi mengalami trauma tumpul saat berhubungan seks, seperti keluar dari vagina pasangan dan membengkok ke alat kelaminnya. Pada kasus yang parah, pembengkakan akibat trauma dapat menyumbat saluran kemih seseorang.

Jika tidak diobati, kelainan bentuk ini dapat menyebabkan impotensi dan cacat permanen.



Simak Video "Klinik Pengobatan Mak Erot Juga Bisa Tangani Keluhan Mr P Patah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT