ADVERTISEMENT

Senin, 11 Jul 2022 11:32 WIB

Eks Petinggi WHO Sorot Imbauan Jokowi Kembali Haruskan Masker di Luar Ruangan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus aktif COVID-19 di Indonesia menembus 19 ribu orang per Kamis (7/7/2022). Dari total tersebut, DKI Jakarta masih menjadi penyumbang kasus aktif COVID-19 terbanyak yakni pasien yang membutuhkan perawatan di RS maupun isolasi. Ilustrasi pakai masker di luar ruangan. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Sejak subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 masuk Indonesia, kasus COVID-19 kembali meningkat signifikan. Per Minggu (10/7/2022) pasien yang membutuhkan perawatan maupun isolasi sudah melampaui 20 ribu orang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh masyarakat wajib memakai masker di dalam maupun luar ruangan. Mungkinkah pelonggaran pembatasan COVID-19 terkait masker di area terbuka kembali ditarik?

"Saya juga ingin mengingatkan kepada kita semuanya bahwa COVID masih ada," kata Jokowi, usai menunaikan salat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Minggu (10/7).

"Oleh sebab itu, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, memakai masker adalah masih sebuah keharusan," imbuh Jokowi.

Menurut mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama, diwajibkannya memakai masker di luar ruangan merupakan langkah baik di tengah munculnya sejumlah subvarian baru. Selain BA.4 dan BA.5, ia juga belakangan menyoroti temuan kasus BA.2.75 yang memiliki banyak mutasi.

"Data sementara yang ada menunjukkan BA.2.75 setidaknya 8 mutasi tambahan daripada BA.5 yang sekarang banyak di Indonesia, yang dapat punya pengaruh menghindar dari imunitas yang sekarang sudah ada," pesan dia, dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Senin (11/7).

Selain BA.2.75, varian lain yang disebutnya juga perlu menjadi kewaspadaan bersama adalah BA.5.3.1.

"Semua perkembangan ini membuat kita perlu waspada. Kita berbesar hati dengan arahan Presiden Jokowi pada saat Idul Adha baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan memakai masker adalah masih sebuah keharusan," pungkas dia.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT