ADVERTISEMENT

Rabu, 13 Jul 2022 11:31 WIB

Terungkap Penyebab Kematian Pasien Transplantasi Jantung Babi Pertama di Dunia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
transplantasi jantung babi Transplantasi jantung babi. (Foto: University of Maryland)
Jakarta -

Orang pertama yang menerima transplantasi jantung babi meninggal karena gagal jantung karena beberapa faktor, bukan penolakan organ.

Dokter yang terlibat dalam studi di University of Maryland Medicine mengatakan dalam sebuah studi bahwa "berbagai faktor yang kompleks" menyebabkan gagal jantung.

Dikutip dari NBC News, salah satu pemimpin penelitian, Dr. Bartley Griffith, profesor transplantasi di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, mengatakan bahwa ketika jantung pertama kali ditransplantasikan, progresnya sangat baik.

"Kami sangat terdorong oleh kemajuannya. Jantungnya sangat bagus. kuat, hampir terlalu kuat untuk tubuhnya yang lemah, tetapi dia memiliki keinginan yang kuat untuk hidup," ujar Dr Griffith.

"Temuan kami pada otopsi tidak menunjukkan bukti penolakan," sambung Dr Griffith, yang juga direktur klinis program xenotransplantasi jantung sekolah tersebut.

Setelah otopsi, dokter melihat penebalan dan pengerasan otot jantung yang menyebabkan gagal jantung diastolik. Hal ini berarti otot jantung tidak dapat rileks dan mengisi jantung dengan darah seperti yang seharusnya.

David Bennett, 57, menerima jantung yang dimodifikasi secara genetik pada 7 Januari. Sebelum transplantasi, Bennett telah dirawat di rumah sakit selama enam minggu dengan aritmia yang mengancam jiwa dan telah terhubung ke mesin bypass jantung-paru.

Dia mengalami gagal jantung stadium akhir dan tidak memenuhi syarat untuk transplantasi jantung tradisional. Dia meninggal dua bulan setelah cangkok jantung.



Simak Video "Pasien Pertama Penerima Cangkok Jantung Babi Meninggal, Ini Kata Ahli"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT