Kasus Aktif Nyaris 25 Ribu! Ini 10 Provinsi Paling 'Diamuk' COVID-19

ADVERTISEMENT

Kasus Aktif Nyaris 25 Ribu! Ini 10 Provinsi Paling 'Diamuk' COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sabtu, 16 Jul 2022 07:00 WIB
Jakarta jadi salah satu daerah yang mencatatkan kenaikan kasus COVID-19. Sebanyak 45 pasien COVID-19 tanpa gejala pun kini diisolasi di Graha Wisata TMII.
Kasus aktif Corona di Indonesia. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Kasus aktif COVID-19 di Indonesia nyaris melampaui 25 ribu pasien. Jumlah orang yang membutuhkan perawatan COVID-19 masih didominasi warga DKI Jakarta, yakni 12.527 kasus.

Tren kasus aktif COVID-19 juga tercatat meningkat signifikan di Jawa Barat, sudah ada 6.086 orang yang memerlukan perawatan COVID-19 per Jumat (15/7/2022). Kasus aktif secara nasional bertambah 483 orang dari Kamis (14/7), sehingga total kumulatif berada di 24.973 pasien per Jumat (15/7).

Berikut provinsi penyumbang kasus aktif COVID-19 terbanyak:

  • DKI Jakarta: 12.527 kasus
  • Jawa Barat: 6.086 kasus
  • Banten: 2.536 kasus
  • Bali: 924 kasus
  • Jawa Timur: 619 kasus
  • Jawa Tengah: 443 kasus
  • DI Yogyakarta: 439 kasus
  • Sumatera Utara: 198 kasus
  • Kalimantan Selatan: 176 kasus
  • Kalimantan Timur: 121 kasus


Sebelumnya, juru bicara pemerintah untuk COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengungkap level penularan Corona di Indonesia sudah naik ke level 2, mengacu pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Maka apabila kita melihat data kajian Kementerian Kesehatan per 13 juli 2022 maka situasi Indonesia masuk ke dalam level 2, di mana transmisi komunitas kasus di indonesia yakni di angka 6,70 kasus per 100 ribu penduduk per minggu, dengan rawat inap di rumah sakit 0,57 kasus per 100 ribu penduduk per minggu, dan kasus kematian 0,01 kasus per 100 ribu penduduk per minggu," beber Reisa dalam konferensi pers Jumat (15/7).

Reisa mengingatkan angka positivity rate mingguan yang juga sudah melampaui batas aman menurut WHO. Hal ini menandakan risiko terpapar COVID-19 lebih tinggi saat beraktivitas.

Meski begitu, menurutnya protokol kesehatan menjadi aspek terpenting untuk mencegah risiko penularan COVID-19.

"Ingat apapun variannya, pencegahannya tetap sama (protokol kesehatan)," pungkasnya.



Simak Video "99% Warga RI Kebal Covid-19, Kemenkes: Kuncinya Kelengkapan Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT