ADVERTISEMENT

Senin, 18 Jul 2022 18:35 WIB

Terapi Pembesaran Penis Seperti Mak Erot Bahaya Nggak? Ini Pesan Dokter

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
Banana as a symbol of male penis in hand on a yellow background hidden by censorship. Sexual masturbation and orgasm, impotence problem. Self-pleasure concept. Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrii Zastrozhnov
Jakarta -

Beberapa pria merasa bahwa ukuran penisnya kurang memuaskan. Hal itu akan membuat dirinya melakukan tindakan pembesaran penis yang ternyata dapat memberikan dampak buruk pada penisnya.

Dokter spesialis urologi, dr Gampo Alam Irdam, SpU(K) mengatakan hingga saat ini belum ada terapi pembesaran penis yang disarankan oleh pihak medis. Ia juga mengatakan bahwa terapi pembesaran penis di luar sana dapat memberikan dampak yang buruk.

"Hingga saat ini tidak ada rekomendasi dari medis untuk tindakan pembesaran penis. Banyak pria di luar sana yang melakukan suntikan pembesaran penis secara ilegal, padahal banyak efek sampingnya," ucap dr Gampo dalam sesi live Instagram di akun resmi RSCM Kencana @rscm.kencana, Senin (18/7/2022).

"Ada tindakan suntikan dengan zat tertentu yang katanya bisa memperbesar penis. Nyatanya tindakan tersebut dapat memberikan efek samping, seperti nyeri, bengkak, gatal, bahkan hingga bisa membuat kulit penisnya bernanah," sambungnya.

Selain itu, terapi mengurut penis dengan menggunakan minyak tertentu juga tidak dapat memberikan efek perubahan pada ukuran penis. Namun, tindakan tersebut justru bisa mencederai penis.

"Ada juga kan terapi urut mak 'titik-titik' pada penis dengan minyak tertentu, itu juga tidak dapat memperbesar penis. Malah, kalau ngurutnya asal bisa menyebabkan fraktur penis," tuturnya.

dr Gampo juga menjelaskan bahwa selama ini banyak yang salah kaprah mengenai alat vakum penis yang dijual bebas di berbagai marketplace di Indonesia. Banyak yang mengira bahwa alat itu bisa memperbesar penis, padahal tidak.

"Alat vakum penis juga sebenarnya memang bisa memperbesar pembuluh darah, dan akan memberikan efek besar. Tapi itu bukan untuk memperbesar penis melainkan untuk terapi pada seseorang yang menderita disfungsi ereksi," ungkapnya.

"Jadi nanti penisnya di vakum terus bisa ereksi sampe tingkat kekerasan tertentu. Biasanya dipake sebelum penderita berhubungan seks, tapi nantinya setelahnya bakal balik lagi ke ukuran semula," pungkasnya.



Simak Video "Tak Hanya Pria, Klinik Mak Erot Juga Bisa Tangani Masalah Wanita"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT