ADVERTISEMENT

Selasa, 19 Jul 2022 05:00 WIB

Round Up

Menkes Wanti-wanti Puncak BA.4-BA.5 Belum Terlihat, Masih Bakal Naik Lagi?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sebanyak 17 murid SMAN 2 Bantul, DIY, terkonfirmasi positif COVID-19. Pihak sekolah pun menggelar swab massal kepada guru dan siswa. Test COVID-19 (Foto: Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut puncak gelombang BA.4-BA.5 belum terlihat meski kasus harian COVID-19 konsisten di atas 3 ribu. Apakah berarti kenaikan kasus masih akan berlanjut?

"Indonesia itu mirip dengan India. Kenaikannya tidak cepat tetapi perlahan naik terus," kata Menkes dalam konferensi pers evaluasi PPKM, Senin (18/7/2022).

"Dan kita belum melihat puncaknya tercapai dengan cepat seperti yang terjadi di negara-negara lain," sebutnya.

Dalam sepekan terakhir, kasus harian COVID-19 sempat menembus angka 4 ribu yakni pada Sabtu (16/7/2022) dengan 4.329. Setelah itu, angkanya cenderung melandai meski masih di atas 3 ribu kasus per hari.

Terkait subvarian BA.4 dan BA.5 yang kini mendominasi, Menkes mengingatkan kedua subvarian ini memiliki kemampuan vaccine evation 2-3 kali lebih besar dibanding subvarian BA.1. Artinya, lebih mungkin untuk lolos dari proteksi vaksinasi.

"Sehingga kemungkinan masyarakat untuk terkena, terinfeksi, lebih tinggi waaupun yang bersangkutan sudah divaksinasi," jelas Menkes.

Meski demikian, Menkes mendorong untuk tetap melakukan vaksinasi booster karena proteksinya bisa mencegah risiko dampak yang lebih buruk serta perawatan di rumah sakit. Saat ini, cakupan vaksinasi booster secara nasional dinilai masih rendah yakni sekitar 25 persen.

NEXT: Wanti-wanti subvarian 'Centaurus' BA.2.75

Simak Video 'Seputar Omicron 'Centaurus' BA.2.75 yang Sudah Masuk Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT