Operasi Bedah Plastik Seperti Ini Bisa Berujung Fatal

ADVERTISEMENT

Operasi Bedah Plastik Seperti Ini Bisa Berujung Fatal

Ayunda Septiani - detikHealth
Selasa, 19 Jul 2022 07:14 WIB
Jakarta -

Pakar mengingatkan operasi bedah plastik tak boleh 'abal-abal', tetap harus ada indikasi medis hingga protokol kedokteran yang wajib dipenuhi meskipun tengah menjalani jenis operasi estetik. Operasi bedah plastik estetik umum dilakukan untuk mempercantik diri.

Pasalnya, bukan tidak mungkin muncul efek samping perdarahan sampai risiko fatal jika operasi bedah plastik tidak dilakukan sesuai prosedur. Profesor bedah plastik David S Perdanakusuma, SpBP-RE(K), mencontohkan beberapa kasus yang ditemukan tinggi risiko efek samping, seperti permintaan pemangkasan berat badan yang berlebihan.

Umumnya, pasien meminta pemangkasan bobot berat badan relatif ekstrim sehingga ada efek samping buruk yang bisa timbul akibat sejumlah cairan yang dimasukkan ke tubuh otomatis terlalu banyak.

"Kebayang bahwa dia akan mendapatkan suatu materi yang sangat banyak, bisa jadi terjadi keracunan, efek cairan yang dipakai, kemudian efek bius, itu membuat orang menjadi di anestesi tidak sadar," terang dia dalam agenda e-Life detikcom Jumat (15/7/2022).

Pada kasus lain, menurut Prof David tidak sedikit pasien pasca bius langsung diberikan minum saat sadar. Hal ini berisiko menyebabkan yang bersangkutan tersedak.

"Alergi terhadap prosedur, begitu bangun refleknya belum bagus, sudah langsung dikasih minum, padahal dia menelannya belum bagus, sehingga cairan masuk ke paru-paru, sehingga dia tersedak," terang Prof David.

"Setiap prosedur operasi mempunyai risiko, risikonya dari yang ringan misalnya perdarahan, bengkak, nyeri kemudian jahitan terbuka sampai yang fatal terjadinya kematian, itu mungkin terjadi," ujarnya.

(mjt/mjt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT