ADVERTISEMENT

Selasa, 19 Jul 2022 16:06 WIB

Waduh, Ternyata Kelompok Ini Paling Rentan Kena Long COVID

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Omicron BA.4 dan BA.5 adalah subvarian omicron terbaru yang perlu diketahui dan waspadai oleh masyarakat Indonesia. Berikut informasinya. Ilustrasi virus Corona (Foto: Getty Images/loops7)
Jakarta -

Long COVID atau sindrom pasca COVID-19 merupakan kondisi seseorang yang masih merasakan gejala COVID-19 dalam jangka waktu yang lama. Bahkan, masih bisa dirasakan setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Biasanya gejala long COVID terjadi selama 2 bulan setelah pasien dinyatakan negatif dari virus Corona. Hal ini berpengaruh terhadap kondisi sehari-hari, tetapi tak muncul setiap saat.

"Gejala merupakan gejala yang baru yang sebelumnya pasien recovery, perbaikan dari episode COVID-19 yang akut dan gejalanya bisa naik, bisa turun, bisa hilang tapi muncul lagi," ucap Dr dr Fatiyah Isbaniah, Sp.P(K), KSM Paru, Divisi Infeksi RSUP Persahabatan, melalui konferensi pers long COVID-19, Senin (18/7/2022).

Adapun kelompok yang paling rentan terkena long COVID adalah mereka yang berusia di atas 50 tahun, kelompok yang mengalami keparahan fase akut COVID-19, dan memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Beberapa komorbid tersebut, di antaranya:

  • Hipertensi
  • Obesitas
  • Kondisi psikiatrik yang mendasari
  • Penyakit imunosupresif

"Ini faktor risiko, artinya orang-orang dengan populasi seperti ini memiliki kecenderungan untuk terjadinya sindrom pasca COVID-19, yaitu usia di atas 50 tahun, komorbid semakin banyak semakin rentan terjadinya sindrom pasca COVID-19, adanya hipertensi, obesitas, kondisi psikiatrik yang mendasari, penyakit imunosupresif misalnya penggunaan kortikosteroid jangka panjang, dan tingkat keparahan fase akut COVID-19," ucapnya lagi.



Simak Video "Epidemiolog Tegaskan Sering Terinfeksi Covid-19 Tak Bikin Tubuh Kian Kebal"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT