China Bobol Rumah Warga untuk Cari Orang Positif COVID-19 yang Sembunyi

ADVERTISEMENT

China Bobol Rumah Warga untuk Cari Orang Positif COVID-19 yang Sembunyi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rabu, 20 Jul 2022 14:32 WIB
China menerapkan pembatasan ketat di kawasan Beijing imbas penyebaran virus Corona. Salah satu kota terbesar di China itu kini sepi. Ini penampakannya.
Foto: AP Photo/Andy Wong
Jakarta -

Pejabat di China melakukan pembobolan di sejumlah rumah untuk mencari kontak positif COVID-19 yang bersembunyi. Aksi ini dilakukan di kompleks apartemen di kota China Selatan yang sejumlah warganya dinyatakan positif Corona pad 10 Juli 2022.

Mereka mencari orang-orang tersebut yang mungkin bersembunyi sebagai upaya agar tidak dipindahkan ke pusat karantina. Di China, aturan karantina dan kebijakan 'zero Covid' masih diterapkan dengan ketat.

Dikutip dari BBC, setidaknya 84 rumah dibobol oleh pejabat setempat. Namun, warga yang terkena dampak pembobolan ini akan diberikan dana kompensasi atas kerusakan tersebut.

Menurut surat kabar Global Times, sejumlah orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien positif COVID-19 ditemukan bersembunyi di rumah. Mereka pun dipindahkan ke fasilitas karantina terpusat untuk menjalani isolasi.

Terkait aksi ini, pejabat China telah meminta maaf kepada warga komunitas di Guangzhou yang terdampak pembobolan itu. Namun, ini memicu kemarahan dan menyebut tindakan yang dilakukan termasuk dalam pelanggaran.

Masyarakat di China banyak yang menyerukan agar para pejabat yang terlibat harus ditangkap karena masuk ke rumah orang secara ilegal, mengingat pelanggaran itu termasuk dalam hukum pidana China.

Pemerintah distrik di Distrik Liwan Guangzhou meminta maaf atas aksi pembobolan tersebut. Ia mengatakan pembobolan itu telah menyimpang dari persyaratan pencegahan pandemi. Pihaknya berjanji akan melakukan penyelidikan dan menghukum orang-orang yang terlibat.

Respons juga datang dari para pengguna jejaring sosial Sina Weibo. Mereka menyebut insiden itu 'tanpa hukum' dan telah 'menginjak-injak hal-hal warga sipil'.

"Apakah ini negara yang diatur oleh hukum?" satu orang bertanya.

"Permintaan maaf saja tidak cukup," tambah yang lain.

Sampai saat ini, China masih mempertahankan kebijakan 'zero Covid' yang ketat selama pandemi. Seluruh warganya kembali di lockdown dan tidak diperbolehkan keluar dari rumahnya.



Simak Video "Update Perkembangan Kasus Covid-19 Jelang Akhir Tahun 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT