Kemenkes RI Rencanakan Booster COVID-19 Kedua, Siapa Bakal Jadi Prioritas?

ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Kemenkes RI Rencanakan Booster COVID-19 Kedua, Siapa Bakal Jadi Prioritas?

Indi Mutiara - detikHealth
Minggu, 24 Jul 2022 13:01 WIB
Pemerintah terus mengebut vaksinasi booster untuk mengendalikan pandemi Corona. Saat ini posko yang terus sibuk melayani warga berada di Taman Swakarsa Pondok Kelapa, Jaktim.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan rencana pemberian vaksin COVID-19 dosis keempat atau booster kedua. Dengan pertimbangan, antibodi terhadap virus Corona hanya bertahan selama sekitar enam bulan pasca vaksinasi.

Terlebih jika pandemi masih berlanjut dalam waktu lama, vaksinasi booster sangat diperlukan sebagai penguat antibodi khususnya pada kelompok rentan seperti lansia, tenaga kesehatan, dan yang melayani publik.

"Beberapa negara ada yang sudah memulai vaksinasi booster kedua, tetapi belum semua, karena seperti kita, dia vaksinasi booster pertamanya saja belum terpenuhi," kata juru bicara Kemenkes RI, Mohammad Syahril, Jumat (22/7/2022).

"Tetapi perencanaan itu sudah ada. Pertimbangannya dari apa? Pandemi ini kan jangka panjang, sementara masa aktif antibodi setelah 6 tahun itu kan berkurang atau menurun," sambungnya.

Syahril menjelaskan, mayoritas pasien Corona yang aktif di gelombang baru hanya menjalani isolasi mandiri. Temuan tersebut membuktikan vaksinasi COVID-19 ampuh melawan risiko gejala berat. Meskipun vaksinasi booster memang tidak mencegah individu dari penularan virus.

Namun, ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Sri Rezeki Hadinegoro menjelaskan pihaknya belum merekomendasikan vaksinasi COVID-19 dosis keempat. Pasalnya, cakupan vaksinasi dosis pertama hingga ketiga di Indonesia masih jauh dari jumlah sasaran.

"ITAGI belum merekomendasikan dosis keempat. Jangkauan dosis pertama sudah bagus 90-an persen, dosis kedua agak rendah meskipun sudah lumayan juga, 81 persen," jelasnya seperti dikutip Antara News, Sabtu (23/7).

Sebelumnya, ITAGI mengungkapkan kepada Kemenkes RI bahwa vaksinasi dosis keempat perlu diberikan kepada masyarakat yang beresiko tinggi, seperti lansia di atas 65 tahun.

"Itu yang dianjurkan oleh WHO, tapi kan setiap negara lain punya kesimpulan sendiri. Misalnya, di Thailand, tren wisata yang mumpuni ya jadi pegawai wisata itu didahulukan untuk dosis keempat," jelas Sri.



Simak Video "Yang Perlu Diketahui soal Booster Kedua Vaksin Covid-19 untuk Lansia"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT