ADVERTISEMENT

Senin, 25 Jul 2022 19:08 WIB

WHO Asia Tenggara Wanti-wanti Soal Cacar Monyet, Lagi-lagi Singgung Kaum Gay

Vidya Pinandhita - detikHealth
Doctor holding Monkeypox Test Tube Result Positive. Global virus concept. Cacar monyet (Foto: Getty Images/iStockphoto/atakan)
Jakarta -

Menyusul penetapan penyakit cacar monyet sebagai darurat global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), negara-negara di Asia Tenggara diminta untuk memperketat pengawasan dan tindak lanjut terhadap penyakit tersebut.

Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara (WHO SEARO), dr Poonam Khetrapal Singh, menegaskan pentingnya peningkatan penelitian vaksin, serta pencegahan dan pengendalian infeksi cacar monyet di rumah sakit dan klinik. Pasalnya hingga kini, lebih dari 16.000 kasus cacar monyet telah dilaporkan di 75 negara.

Di kawasan Asia Tenggara, WHO mencatat empat kasus cacar monyet yakni tiga kasus dari India dan satu kasus dari Thailand. Sementara Singapura yang telah melaporkan total delapan kasus cacar monyet diklasifikasikan di wilayah Pasifik Barat WHO.

"Cacar monyet telah menyebar dengan cepat dan ke banyak negara yang belum pernah melaporkan (kasus cacar monyet) sebelumnya. Hal itu merupakan masalah yang sangat memprihatinkan," terang dr Khetrapal Singh dalam laporan tertulisnya, dikutip dari Channel News Asia, Senin (25/7/2022).

Kasus cacar monyet kini terkonsentrasi pada kelompok pria yang berhubungan seks dengan sesama pria atau bergonta-ganti pasangan. Namun dr Khetrapal Singh menegaskan, segala tindakan yang diambil negara terkait pencegahan cacar monyet harus sensitif, tanpa stigma dan diskriminasi.

"Dengan kasus terkonsentrasi di antara pria yang berhubungan seks dengan pria, adalah mungkin untuk mengurangi penyebaran penyakit lebih lanjut dengan upaya terfokus di antara populasi berisiko," pungkas dr Khetrapal Singh.



Simak Video "Menkes: Monkeypox Menular Jika Sudah Ada Gejala"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT