ADVERTISEMENT

Senin, 25 Jul 2022 20:52 WIB

Nyeri Kronis Dapat Diredakan dengan Spinal Cord Stimulation

Sponsored - detikHealth
Shutterstock Foto: Shutterstock
Jakarta -

Nyeri kronis adalah sebuah situasi yang membuat tubuh mengalami rasa nyeri yang tak kunjung hilang dan biasanya rasa sakitnya lebih parah dibanding nyeri biasa. Dampaknya tentu saja memengaruhi aktivitas seseorang yang mengalaminya.

Mulai dari mengganggu kegiatan hingga membuat penderita kesulitan untuk tidur. Penderita akan sulit tidur hingga pekerjaan atau usaha yang berjalan mungkin terganggu. Untuk itu, jika Anda sering atau sedang mengalaminya, Anda perlu mendapat penanganan segera.Namun, sebelum itu, mari kita pahami apa itu nyeri kronis.

Apa yang Dimaksud dengan Nyeri Kronis?

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, nyeri kronis menyebabkan rasa tidak nyaman baik secara fisik maupun emosional, bahkan dalam jangka panjang dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup pasien. Nyeri dikatakan kronis ketika sakitnya berlangsung hingga lebih dari 12 minggu bahkan ketika penyebab utama nyeri telah diatasi. Kasus seperti ini dapat disebut nyeri neuropatik.

The American Chronic Pain Association mendefinisikan nyeri neuropatik sebagai 'keadaan nyeri kronis yang kompleks' yang dihasilkan dari kerusakan sistem saraf setelah cedera atau penyakit. Gejala nyeri kronik dapat berupa rasa sakit yang tajam, intens, atau menusuk.

Nyeri adalah hal yang subjektif dan dapat berbeda antara satu orang dengan yang lain. Demikian halnya dengan pengobatan nyeri. Jadi, apa yang berhasil untuk satu orang mungkin tidak berhasil untuk orang lain. Itulah sebabnya menegakkan diagnosa nyeri sangat penting dilakukan untuk menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi setiap pasien.

Terapi neuromodulasi adalah terapi yang bekerja langsung pada saraf dengan mengubah aktivitas saraf melalui pengiriman stimulus (berupa sinyal listrik) pada area yang ditargetkan. Neuromodulasi paling banyak diaplikasikan untuk kasus nyeri kronis dengan menggunakan alat yang disebut Spinal Cord Stimulation.

Lalu Apa yang Dimaksud dengan Spinal Cord Stimulator dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Spinal Cord Stimulation adalah alat yang ditanam di bawah kulit yang dapat menghasilkan dan mengirimkan stimulus listrik bertegangan rendah kespinal cord/sumsum tulang belakang untuk meredakan nyeri yang terjadi.

Spinal Cord Stimulation terdiri dari elektroda dan generator, di mana elektroda ini nantinya akan ditempatkan di antaraspinal corddan tulang belakang (epidural space) dan generator akan ditempatkan di bawah kulit pada area di dekat bokong atau perut.

Spinal Cord Stimulation memungkinkan pasien untuk mengirimkan stimulus listrik dengan bantuanremote controlketika pasien merasakan nyeri. Arus listrik bertegangan rendah akan mengalir dari generator ke saraf dan kemudian menghambat sinyal rasa sakit.

Untuk memasang alat ini, seorang dokter memerlukan pelatihan khusus dalam hal interventional pain management, di mana pemasangan alat ini dilakukan dengan menggunakan guidance x-ray.

Apa Saja Jenis Kasus Nyeri yang Membutuhkan Spinal Cord Stimulation?

Spinal Cord Stimulator digunakan apabila pengobatan nyeri secara konvensional non bedah tidak dapat meredakan nyeri. Alat ini dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis nyeri kronis, sepertidiabetic neuropathy painatau nyeri akibat neuropati diabetes.

Neuropati diabetes, yaitu kerusakan saraf yang disebabkan oleh kadar gula darah tinggi. Kasus ini umumnya merusak saraf di tungkai dan kaki. Neuropati diabetes adalah komplikasi dari penyakit diabetes yang dapat dialami oleh 50% dari penderita diabetes.

Gejala yang dialami, antara lain kesemutan, mati rasa, nyeri tajam, kelemahan otot, dan masalah pada kaki seperti luka, infeksi, dan gangguan sendi.

Selain nyeri akibat neuropati diabetes, nyeri kronis lain yang juga dapat diterapi dengan Spinal Cord Stimulation, antara lain adalah:

  • Persistent spinal pain syndrome (Sindrom nyeri tulang belakang yang menetap).
  • Complex regional pain syndrome (Sindrom nyeri regional kompleks yang biasanya dirasakan pada tangan dan kaki).
  • Cancer painatau nyeri akibat kanker.

Berbagai penelitian mengatakan bahwa dari segi ekonomi, penggunaan Spinal Cord Stimulation akan lebih murah dibandingkan dengan konsumsi obat jenis opioid jangka panjang untuk terapi nyeri kronis.

Selain itu, hal lain yang juga jadi pertimbangan adalah obat jenis opioid dapat menimbulkan berbagai efek samping yang berarti jika dikonsumsi dalam jangka panjang, seperti pusing, mual, muntah, konstipasi, ketergantungan, dan gangguan pernapasan.

"Spinal Cord Stimulation adalah teknik yang paling mutakhir dan efektif dalam meredakan nyeri neuropatik kronis yang dalam jangka panjang dapat memperbaiki kualitas hidup pasien. Keberhasilan teknik ini tergantung pada ketepatan indikasi dan penguasaan teknik dalam penempatan elektroda pada titik tulang belakang yang tepat.Jika Anda merasakan nyeri kronis dan pengobatan manajemen nyeri Anda saat ini tidak efektif, konsultasikan kondisi Anda untuk melihat apakah terapi Spinal Cord Stimulation dapat membantu," papar Dr. Starifulkani, SpOT(K)Spine, Dokter Spesialis Orthopaedi Konsultan Spine (tulang belakang) dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan dalam keterangan tertulis, Senin (25/7/2022).

Saat ini, Mayapada Hospital Orthopedic Center menyediakan rangkaian pelayanan lengkap mulai dari diagnosa, terapi, dan bedah ortopedi. Orthopedic Center kami juga memiliki tim yang telah terkualifikasi dan radiografer berpengalaman yang siap menangani x-ray, ultrasound, danscanMRI.

Hasilnya kemudian akan dinilai oleh konsultan terkemuka kami. Untuk itu, jika Anda sedang mengalami nyeri kronis atau mencari penanganan untuk nyeri kronis yang sudah dialami sejak lama jangan sungkan untuk segera mengunjungi Rumah Sakit Mayapada terdekat.

Selain itu, Anda juga bisa langsung klik tautan Mayapada Hospital untuk bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis terkait gejala yang sedang dialami.

(Content Promotion/Mayapada)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT