ADVERTISEMENT

Sabtu, 30 Jul 2022 20:30 WIB

Doyan Seks Oral Tapi Takut Kanker Mulut? Ini Saran Dokter Onkologi

Alethea Pricila - detikHealth
ilustrasi kanker Foto: thinkstock
Jakarta -

Seks oral kerap dikaitkan dengan risiko kanker mulut. Kekhawatiran ini ada benarnya, tetapi jangan khawatir. Dokter bilang tetap ada cara untuk mencegahnya.

Sebagai salah satu variasi bercinta paling populer, seks oral tak bebas dari risiko penularan penyakit seksual. Dikutip dari Medical News Today, seks oral bisa menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kanker tenggorokan.

Human pappilomavirus (HPV) dapat ditularkan saat melakukan seks oral bisa membuat perubahan sel yang tadinya normal menjadi kanker. Faktanya, sebanyak 70 persen kasus kanker di Amerika Serikat disebabkan oleh HPV.

Hal ini dibenarkan oleh ahli kanker dr Arief Wibisono, Sp.B(K)Onk. Menurutnya seks oral dengan kanker dapat dihubungkan karena adanya infeksi HPV.

"Kalo memang di Indonesia, datanya belum ada tapi kita ngikut aja (data dari Amerika), memang berhubungan tapi tidak langsung bahwa oral sex itu akan meningkatkan terjadinya kanker dihubungkan dengan penyakit infeksi Human pappilomavirus atau HPS," ucapnya kepada detikcom, dalam diskusi virtual untuk memperingati Hari Kanker Kepala dan Leher, Sabtu (30/7/2022).

Ia juga menyampaikan angka risiko terkena kanker mulut akan meningkat 4 kali ketika seseorang melakukan seks dengan berganti pasangan.

Tapi tenang, dr Arief juga mengatakan ada yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Caranya adalah dengan merawat kebersihan area mulut dan kewanitaan.



Simak Video "Wanita Harus Tahu! Ini Faktor Risiko Kanker Serviks"
[Gambas:Video 20detik]
(Alethea Pricila/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT