ADVERTISEMENT

Selasa, 02 Agu 2022 10:19 WIB

UPDATED

Vaksin COVID-19 BUMN Ditarget Rilis di Hari Kemerdekaan RI, Presiden Siapkan Nama

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Ilustrasi vaksin COVID-19. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Vaksin COVID-19 BUMN dikabarkan akan segera bisa digunakan pada pertengahan Agustus tahun ini. Menurut Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, saat ini Bio Farma sudah mendaftarkan hasil uji klinis fase ketiga tersebut sebagai rangkaian proses untuk mendapatkan Izin Edar Dalam Keadaan Darurat (Emergency Use Authorization / EUA) dari Badan POM.

Ia juga menyatakan, vaksin yang sedang mereka kembangkan ini akan diberi nama khusus oleh Presiden Joko Widodo. Rencananya akan dirilis bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2022.

"Presiden sudah menyiapkan nama khusus untuk Vaksin Covid-19 BUMN dan Bio Farma sedang berproses untuk mendaftarkan nama tersebut ke Ditjen HKI Kemenkumham, mudah-mudahan di tanggal 17 Agustus 2022 Indonesia akan memiliki vaksin buatan Indonesia, persembahan untuk Indonesia guna memutus mata rantai Covid-19," ungkap Honesti dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (1/8/2022).

Bio Farma juga tengah menyelesaikan audit vaksin COVID-19 oleh LPPOM MUI dan dalam waktu dekat disebut akan tersertifikasi aspek kehalalannya.

Menurut Medical Advisor Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 BUMN dr Soedjatmiko, uji klinis ketiga ini dilakukan untuk menilai efektivitas dari vaksin yang mereka kembangkan sehingga terbukti mampu meningkatkan kadar antibodi.

"Uji klinis ini, bertujuan untuk membuktikan bahwa vaksin Covid-19 buatan Bio Farma ini aman dapat meningkatkan kadar antibodi secara bermakna untuk melawan virus COVID, sehingga diharapkan berkhasiat (efikasi) melindungi subjek dari sakit berat dan kematian karena COVID sesuai standar Badan POM," ungkap dr Sudjatmiko.

Selama fase uji klinis, ia juga menyatakan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang paling umum dilaporkan yaitu nyeri lokal di sekitar area suntik dan nyeri otot dengan intensitas ringan. Sedangkan demam pasca penyuntikan dia nilai akan hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 1 hingga 2 hari ke depan.

dr Soedjatmiko mengharapkan dengan adanya vaksin COVID yang diproduksi oleh Bio Farma nantinya Indonesia tidak perlu mengimpor vaksin dari negara lain sebab harganya lebih murah, menghemat cadangan devisa, dan bahkan bisa di ekspor ke negara lain.



Simak Video "Skema Uji Klinis Fase 3 Vaksin Merah Putih Unair"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT