ADVERTISEMENT

Rabu, 03 Agu 2022 19:45 WIB

Akui Masih Banyak Terima Laporan Malpraktik, Ini Langkah Kemenkes RI

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
rsud jombang RSUD Jombang (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jakarta -

Belakangan viral kasus RSUD Jombang yang diduga melakukan pemaksaan seorang pasien untuk melahirkan secara normal dan berujung bayi meninggal.

Terlepas dari benar atau tidaknya kasus tersebut termasuk malpraktik, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI dr Siti Khalimah mengakui beberapa kali masih menerima keluhan dan laporan soal pelayanan kesehatan.

Ia menyatakan, pihaknya akan selalu menjalankan fungsi pembinaan terhadap rumah sakit agar menunjang pelayanan kesehatan yang sesuai aturan dan bebas malpraktik.

"Untuk mutu layanan kita kan juga ada indikator-indikator mutu yg harus dipenuhi oleh rumah sakit, harus dilaporkan. Kemudian kita akreditasi kan, dan itu mendorong rumah sakit agar sesuai aturan," ucapnya ditemui detikcom, Rabu (8/3/2022).

Selain itu, dr Khalimah juga menyatakan pembinaan yang dilakukan oleh Kemenkes RI dilakukan dengan berjenjang sehingga merata mulai dari pemerintahan pusat hingga kabupaten-kota.

"Fungsi pembinaan kita juga berjenjang, mulai dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten-Kota. Jadi tidak semua itu langsung ke kementerian, jadi di daerah kita ada perangkat yang melakukan fungsi pembinaan," jelasnya.

Ia menambahkan, setiap pelayanan kesehatan akan selalu mendapatkan pembinaan rutin untuk dilakukan evaluasi dan usaha untuk mencegah adanya kasus-kasus malpraktik.

"Fungsi pembinaan ini dilakukan ke semua layanan kesehatan. Rumah sakit, puskesmas, apotek, laboratorium semuanya dan itu dilakukan berjenjang," ungkapnya.

"Itu rutin dilakukan, termasuk soal perizinan kayak rumah sakit tipe D dan tipe C itu ke kabupaten-kota, kalau rumah sakit B oleh dinas provinsi, untuk tipe A baru oleh Kemenkes. Itu semua termasuk fungsi pembinaan dan evaluasi," pungkasnya.



Simak Video "Kemenkes Pantau Warga Baduy yang Diduga Terjangkit TBC dan Campak"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT