ADVERTISEMENT

Minggu, 07 Agu 2022 07:16 WIB

Jangan Diremehkan, Tanda Kamu Positif COVID-19 Omicron Subvarian Baru

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus Corona Varian Delta Melonjak di RI, Ini Fakta-faktanya Foto: Getty Images/loops7
Jakarta -

Meski masih fluktuatif, peningkatan kasus COVID-19 tercatat signifikan dibandingkan awal Mei. Data Satgas COVID-19 bahkan melaporkan kenaikan 15 kali lipat kasus aktif mingguan, dibandingkan pekan lalu.

Per Sabtu kemarin (6/8/2022), kasus COVID-19 bertambah 5.455 orang, sementara pasien yang memerlukan perawatan atau menjalani isolasi mandiri sudah mencapai 50.895 kasus. Jika dibandingkan dengan COVID-19 Delta, pasien Omicron relatif bergejala ringan.

Menurut epidemiolog Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia, kesan COVID-19 bergejala ringan pada kasus Omicron adalah efek vaksinasi. COVID-19 Omicron disebutnya tetap bisa berakhir fatal, salah satunya pada orang dengan antibodi pasca vaksinasi yang menurun.

"Bahkan pada data-data sampai saat ini menguatkan subvarian Omicron BA.5, dia punya kemampuan lebih daripada Delta, dari sisi kecepatan penularan, dari kemampuan menginfeksi, bahkan bicara potensi keparahan sama dengan Delta ya dia bisa bereplikasi dan memperburuk organ paru misalnya," ungkapnya kepada detikcom Sabtu (6/8).

"Selain juga kelebihan yang tidak dimiliki oleh Delta adalah kemampuan mereinfeksi, membuat infeksi ulang, bahkan satu bulan pasca sembuh dia bisa terinfeksi lagi," beber Dicky.

Hal inilah yang diyakini Dicky menjadi faktor situasi COVID-19 kembali memburuk di beberapa negara, termasuk adanya peningkatan kematian. Karenanya kelompok rawan seperti lansia, pengidap komorbid, juga mereka yang dilaporkan antibodi-nya menurun pasca enam bulan wajib kembali menerima booster.

"Kalau ini (BA.5) menimpanya ketika kita di situasi yang sama imunitas seperti Delta datang, kematiannya akan jauh lebih besar ketika BA.4 dan BA.5 ini datang. Kita beruntung ini datang setelah gelombang Delta," tambah dia.

Waspadai tanda-tanda seseorang positif terpapar subvarian Omicron baru:

  • Batuk: 89 persen
  • Fatigue atau kelelahan: 65 persen
  • Hidung tersumbat atau rinore: 59 persen
  • Demam: 38 persen
  • Mual atau muntah: 22 persen
  • Sesak napas: 16 persen
  • Diare: 11 persen
  • Anosmia atau ageusia: 8 persen.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT