ADVERTISEMENT

Senin, 08 Agu 2022 08:00 WIB

Sudah Ada Kasus Cacar Monyet pada Anak, Seberapa Tinggi Risikonya?

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Doctor holding Monkeypox Test Tube Result Positive. Global virus concept. Ilustrasi virus cacar monyet. Foto: Getty Images/iStockphoto/atakan
Jakarta -

Pada kasus cacar monyet yang terjadi pada sekitar 80 negara saat ini, tercatat beberapa kasus yang terjadi pada anak-anak. Sejauh ini Amerika Serikat melaporkan 4 kasus cacar monyet pada anak-anak dan 1 kasus di Spanyol.

Jumlah kasus sangat kecil dibandingkan dengan kasus orang dewasa di mana ribuan orang telah terinfeksi. Tetapi para ahli telah memperingatkan bahwa anak-anak di bawah usia delapan tahun berada pada risiko tinggi penyakit parah jika mereka terkena cacar monyet.

Berikut ini yang perlu diketahui tentang risiko cacar monyet pada anak-anak.

Anak-anak Bisa Terinfeksi

Menurut Prof Jimmy Whithworth dari London School of Hygiene and Tropical Medicine menyatakan siapapun yang memiliki kontak erat pada pasien yang terinfeksi maka berisiko tertular, termasuk anak-anak.

"Siapapun yang melakukan kontak dekat dengan suatu kasus dapat terinfeksi," ucapnya dikutip dari The Sun, Senin (8/8/2022).

Hugh Adler ahli ilmu klinis di Liverpool School of Tropical Medicine menyatakan hingga saat ini memang kasus pada anak-anak lebih sering ditemui pada kasus di Afrika akibat kontak dengan hewan liar.

"Infeksi pada anak-anak relatif lebih umum di negara-negara Afrika, di mana biasanya didapat melalui kontak dengan satwa liar," ucap Prof Adler.

Ia menambahkan, jika kasus pada anak-anak di luar negara Afrika tinggi maka pertanda transmisi cacar monyet sudah meluas.

"Jika jumlah kasus yang tinggi terlihat pada anak-anak, ini menunjukkan bahwa transmisi rumah tangga atau komunitas tersebar luas," tambahnya.

Apakah Berisiko Tinggi?

Prof Adler menyatakan bahwa jika seorang anak terinfeksi cacar monyet kecil kemungkinan mereka menyebarkannya ke anak-anak lain di sekolah.

"Anak-anak yang sakit (termasuk dengan monkeypox) biasanya akan ditahan di rumah daripada bermain dengan anak-anak lain, memang mereka mungkin akan merasa sangat tidak sehat pada tahap awal, dan kemudian diisolasi jika mereka dinyatakan positif," katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak kecil. Senada dengan itu, CDC Amerika Serikat (AS) telah memperingatkan bukti awal yang menyarankan anak-anak di bawah usia delapan tahun dapat mengembangkan reaksi yang lebih parah terhadap virus.

CDC AS menyatakan anak-anak kecil dengan eksim serta kondisi kulit lainnya dan anak-anak dengan kondisi immuno compromising juga lebih berisiko terkena penyakit parah.



Simak Video "Kenali Gejala Awal Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT